Diturunkan Dini Hari
Ibu korban, Wiji Astuti (50), mengatakan anaknya dibawa berkeliling menggunakan mobil tersebut dari kawasan Ngasem menuju Ambarawa.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada keluarga, dugaan penganiayaan berlangsung selama beberapa jam.
Sekitar pukul 04.00 WIB, Nando diturunkan di depan rumah warga di wilayah lain. Dalam kondisi terluka, ia kemudian menghubungi temannya untuk meminta bantuan.
Teman korban, Deni, kemudian datang ke lokasi. Melihat kondisi Nando yang mengalami luka di kepala, Deni langsung membawanya ke RSUD RSGM Ambarawa.
“Deni melihat kondisi anak saya dan langsung membawanya ke rumah sakit. Nando kemudian menjalani perawatan selama lima hari,” ujar Wiji.
Baca Juga: Sulut Pacu Industri Hijau, Tiga Modal Jadi Andalan Investasi
Menurut Wiji, dugaan penganiayaan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan kecemburuan.
Ia juga menyebut mobil yang digunakan untuk menjemput Nando merupakan kendaraan pinjaman.
Keluarga Pilih Jalur Hukum
Wiji mengatakan FU sempat datang menjenguk Nando ketika korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam kesempatan itu, menurut Wiji, terdapat tawaran pemberian uang kepada korban.
Namun, tawaran tersebut tidak diterima Nando maupun keluarganya. Pihak keluarga memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.
Wiji bersama suaminya, Sunardi alias Ayik, menegaskan bahwa laporan terkait dugaan penganiayaan telah disampaikan kepada kepolisian.
Mereka berharap perkara tersebut segera ditindaklanjuti dan diusut secara menyeluruh.