MANADO, KabarSatu.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menempatkan industri hijau sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah. Investasi bernilai tinggi didorong masuk dengan bertumpu pada tiga keunggulan utama Sulut.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay mengatakan, daerahnya memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif yang dapat dipercepat untuk menarik high-value investment.
“Untuk mendorong masuknya investasi bernilai tinggi (high-value investment), Sulawesi Utara memiliki tiga keunggulan komparatif dan kompetitif yang siap diakselerasi,” kata Victor di Manado, dikutip KabarSatu, Kamis (14/8).
Tiga keunggulan tersebut adalah posisi Sulut sebagai Gerbang Utama Pasifik (Pacific Gateway), penguatan hilirisasi sektor kelautan, perikanan dan pertanian, serta pengembangan Sulut sebagai episentrum industri hijau.
Geothermal Jadi Penopang
Arah transformasi industri Sulut kini tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan produksi. Pemprov juga mendorong peningkatan nilai tambah, penggunaan energi berkelanjutan, hingga pengurangan emisi gas rumah kaca.
Salah satu kekuatan yang telah berjalan adalah pemanfaatan energi panas bumi melalui PLTP Lahendong. Pembangkit ini menjadi bagian penting dalam penyediaan listrik ramah lingkungan di kawasan timur Indonesia.
Di sektor ekonomi produktif, pemerintah daerah juga mendorong kelautan, perikanan, pertanian, serta industri pengolahan kelapa terpadu agar tidak lagi bergantung pada pola eksploitasi bahan mentah.
Pengolahan di dalam daerah dinilai menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang investasi baru.
Baca Juga: Brebes Bidik Zero Kematian Ibu dan Anak, Pengawasan Kehamilan Risiko Tinggi Diperketat
Puluhan Perusahaan Bidik Penurunan Emisi
Komitmen industri hijau juga diarahkan pada sektor pengolahan hasil laut, pertambangan dan pembangkit listrik.
Puluhan perusahaan di Sulut tercatat menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari transformasi menuju kegiatan industri yang lebih berkelanjutan.
Pemprov Sulut juga mendorong percepatan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Manado Raya.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah dan membuka ruang pemanfaatan teknologi energi yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Ardhian Amadeo, Mengukur Risiko Mesin demi PSEL Tangguh
NSIF Jadi Pintu Investasi
Untuk memperluas masuknya modal ke sektor strategis, Sulut turut memanfaatkan ajang North Sulawesi Investment Forum (NSIF) sebagai ruang mempertemukan peluang proyek dengan investor.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Tembalang Semarang, 15 Paket Narkoba Disita
Sahroni Kawal Kasus Tantangan Hafal Al-Qur’an Berhadiah Miras