JAKARTA, KabarSatu.id - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Amelia Anggraini, meminta aparat mengusut secara utuh kasus kebakaran yang terjadi di ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Peristiwa tersebut diduga dilakukan seorang pegawai berinisial MFA pada Selasa (11/8/2026) pagi. Diskominfo Kukar kini menjadi sorotan setelah polisi mengamankan MFA untuk menjalani proses penyelidikan terkait aksi pembakaran tersebut.
Amelia mengatakan, kondisi kejiwaan terduga pelaku perlu diperiksa secara profesional. Namun, apabila hasil pemeriksaan menyatakan yang bersangkutan sehat secara kejiwaan dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya, proses hukum tetap harus berjalan.
"Namun, saya kira aparat juga perlu melihat perkara ini secara utuh. Jika memang terdapat persoalan kondisi kejiwaan, silakan dilakukan pemeriksaan secara profesional. Apabila secara kejiwaan yang bersangkutan dinyatakan sehat dan mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya, tentu proses hukum harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Amelia dalam keterangan pers, Rabu (12/8).
Baca Juga: Bank Jateng Salurkan Kredit Rp279,1 Miliar, UMKM hingga KPR Jadi Sasaran
Menurut Amelia, dugaan perlakuan yang diterima MFA dari rekan-rekan kerjanya juga tidak boleh diabaikan. Polisi sebelumnya menyebut MFA mengaku kerap difoto secara diam-diam, kemudian foto tersebut disebarkan ke grup percakapan hingga dijadikan bahan olokan dan stiker.
"Polisi menyebut yang bersangkutan mengaku berulang kali difoto secara diam-diam, fotonya disebarkan ke grup percakapan, dijadikan bahan olokan hingga stiker. Itu juga perlu diperiksa dan dibuktikan,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang menyebut motif sementara berkaitan dengan persoalan pribadi MFA dengan lingkungan kerja.
MFA diduga merasa kesal karena kerap menjadi bahan olokan oleh rekan sejawat. Foto dirinya disebut beberapa kali dimasukkan ke grup percakapan bersama dan kemudian dibuat menjadi stiker WhatsApp.
“Motifnya, saat melakukan pembakaran di Diskominfo, dia kesal dengan lingkungan, dengan karyawan lain. Karena sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker, gitu,” ujar Elnath, Rabu (12/8).
Baca Juga: BRI Salatiga Buka Suara soal Dugaan Fraud, Oknum Pekerja Diproses Hukum dan PHK
MFA saat ini telah diamankan polisi. Sementara itu, penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa, motif, serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi tersebut.
Amelia menilai kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi lingkungan kerja agar persoalan kesehatan mental dan budaya bercanda tidak dianggap sepele.
“Peristiwa ini juga menjadi alarm bagi kita mengenai kesehatan mental dan budaya di lingkungan kerja. Candaan bagi seseorang belum tentu menjadi candaan bagi orang lain. Ketika seseorang terus-menerus dipermalukan, dikucilkan atau dijadikan bahan olokan, dampaknya bisa sangat serius,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Dugaan Penistaan di Sounds Project, Wamenag Buka Suara
Polisi Pemalang Bekali Pelajar Agar Bijak Gunakan AI
Krisis Air di Kemitir Berlanjut, Polres Semarang Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih