Jumat, 21 Agustus 2026

Krisis Air di Kemitir Berlanjut, Polres Semarang Salurkan 60 Ribu Liter Air Bersih

Photo Author
Mualim Ks, KabarSatu.id
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:11 WIB
Polres Semarang menyalurkan air bersih untuk warga Kemitir Sumowono. (KabarSatu.id/ foto: Polres Semarang)
Polres Semarang menyalurkan air bersih untuk warga Kemitir Sumowono. (KabarSatu.id/ foto: Polres Semarang)

KABUPATEN SEMARANG | KabarSatu.id - Kesulitan memperoleh air bersih yang dialami warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, selama sekitar dua bulan mendapat perhatian Polres Semarang.

Sebanyak 60 ribu liter air bersih dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Rabu (12/8/2026).

Bantuan air tersebut disalurkan ke sejumlah titik permukiman warga dengan melibatkan berbagai unsur.

Polres Semarang menyiapkan lima tangki air berkapasitas 6.000 liter, sementara proses distribusi diperkuat 30 kendaraan komunitas EGS (Eltitusi Gedong Songo) yang masing-masing membawa sekitar 1.000 liter air.

Kehadiran armada komunitas tersebut membuat pendistribusian air dapat dilakukan hingga ke sejumlah wilayah permukiman warga di Desa Kemitir.

Baca Juga: BRI Salatiga Buka Suara soal Dugaan Fraud, Oknum Pekerja Diproses Hukum dan PHK

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., turun langsung memantau kegiatan tersebut.

Sejumlah pihak turut terlibat, antara lain BPBD Kabupaten Semarang, PMI, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, DPRD, dan komunitas masyarakat.

Heru mengatakan, bantuan diberikan setelah pihaknya memperoleh informasi mengenai warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau.

“Informasi yang kami terima, warga sudah sekitar dua bulan mengalami kesulitan air bersih. Karena air merupakan kebutuhan utama, kami berupaya bersama pihak terkait untuk segera membantu masyarakat,” ujar Heru.

Menurutnya, kondisi kekeringan membutuhkan kepedulian bersama.

Polri, kata dia, berupaya hadir tidak hanya melalui tugas pemeliharaan keamanan, tetapi juga membantu masyarakat ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar.

Ia berharap bantuan air tersebut dapat digunakan secara optimal untuk kebutuhan rumah tangga dan membantu warga melewati masa sulit akibat kekeringan.

Baca Juga: Pirolisis Diuji di Semarang, Sampah TPA Jatibarang Jadi Taruhan

Salah satu warga Dusun Ngoho, Sutiyah (64), mengungkapkan bahwa warga selama ini mengandalkan jaringan Pamsimas. Namun, sumber air tersebut tidak lagi mengalir selama kurang lebih dua bulan.

Halaman:

Editor: Mualim Ks

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Air PDAM di Semarang Terganggu, Warga Perlu Siaga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Grobogan Perkuat BUMD, Ekonomi Lokal Jadi Sasaran

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:26 WIB

HUT ke-81 RI di Demak, Kemerdekaan Diisi Kerja Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:20 WIB
X