Jumat, 21 Agustus 2026

Pemprov Jateng Bangun Sinergi Lintas Daerah untuk Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Photo Author
Mualim Ks, KabarSatu.id
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Penandatanganan kesepakatan bersama delapan pemerintah kabupaten/kota resmi berlangsung di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu (5/8/2026). (kabarsatu.id/ foto: istimewa)
Penandatanganan kesepakatan bersama delapan pemerintah kabupaten/kota resmi berlangsung di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu (5/8/2026). (kabarsatu.id/ foto: istimewa)

SEMARANG | KabarSatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmennya dalam menghadapi ancaman perubahan iklim melalui kerja sama lintas wilayah.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama delapan pemerintah kabupaten/kota guna memperkuat kebijakan ketahanan iklim sekaligus menekan risiko banjir.

Kolaborasi itu melibatkan Mercy Corps Indonesia dan Zurich Climate Resilience Alliance sebagai mitra yang mendukung pengembangan ketangguhan masyarakat di kawasan daerah aliran sungai (DAS). Penandatanganan kerja sama berlangsung di Hotel Gumaya, Semarang, Rabu (5/8/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa dampak perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan masyarakat.

Karena itu, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar penanganannya berjalan lebih efektif.

Baca Juga: Karya Gumregut Nyawiji Menangi Sayembara Logo Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah

Menurutnya, dukungan Mercy Corps Indonesia dan Zurich Climate Resilience Alliance selama hampir tujuh tahun telah memberikan kontribusi penting dalam memperkuat berbagai program ketahanan iklim di Jawa Tengah.

Sumarno menjelaskan, daerah aliran sungai memiliki fungsi vital sebagai penyedia sumber air bagi masyarakat sekaligus penopang sektor pertanian.

Namun, menurunnya kualitas lingkungan membuat pengelolaan DAS harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh daerah yang dilalui aliran sungai.

Ia menilai, keberhasilan menjaga DAS tidak dapat dicapai jika setiap daerah bekerja sendiri-sendiri.

Dibutuhkan koordinasi dari kawasan hulu hingga hilir agar upaya pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana dapat berjalan berkesinambungan.

Selain menjaga ketersediaan air, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir, kekeringan, maupun dampak lain yang dipicu perubahan iklim.

Executive Director Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis, mengatakan perubahan iklim merupakan persoalan lintas sektor sehingga penyelesaiannya harus dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh.

Pengelolaan wilayah hulu dan hilir, menurutnya, harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem.

Program yang dijalankan di Jawa Tengah mencakup kawasan DAS Tuntang yang meliputi Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Grobogan, dan Demak, serta DAS Babon yang melibatkan Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Demak.

Halaman:

Editor: Mualim Ks

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Air PDAM di Semarang Terganggu, Warga Perlu Siaga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Grobogan Perkuat BUMD, Ekonomi Lokal Jadi Sasaran

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:26 WIB

HUT ke-81 RI di Demak, Kemerdekaan Diisi Kerja Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:20 WIB
X