Jumat, 21 Agustus 2026

19 Kasus CTEV di Demak Jadi Perhatian, Bhabinkamtibmas Diperintahkan Aktif Melakukan Tracing

Photo Author
Mualim Ks, KabarSatu.id
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:34 WIB
Kapolres bersama Dinkes Demak melaksanakan sosialisasi Program Polda Jawa Tengah Peduli CTEV 2026. (Kabarsatu.id / Humas Polres Demak )
Kapolres bersama Dinkes Demak melaksanakan sosialisasi Program Polda Jawa Tengah Peduli CTEV 2026. (Kabarsatu.id / Humas Polres Demak )

DEMAK | KabarSatu.id – Polres Demak memperkuat langkah menemukan kasus kelainan kaki pada bayi dan anak secara lebih awal.

Melalui Program Polda Jawa Tengah Peduli CTEV 2026, Bhabinkamtibmas diminta aktif melakukan penelusuran sekaligus membantu keluarga memperoleh akses pemeriksaan kesehatan.

Sosialisasi program digelar di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para Wakapolsek, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas dari jajaran Polres Demak.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra hadir bersama Kasat Binmas AKP Tri Cipto Purnomo, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Sri Puji Astutik dan Kasi Dokes Polres Demak Iptu Ahmad Anies.

Baca Juga: Gara-gara Cemburu, Pelajar SMK di Kebumen Jadi Tersangka Penganiayaan Teman

AKBP Arrizal menilai deteksi CTEV harus dilakukan sedini mungkin.

Selain membantu anak mendapatkan penanganan medis, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan fungsi kaki di kemudian hari.

Karena itu, ia meminta Bhabinkamtibmas tidak hanya menunggu informasi dari masyarakat.

Personel diminta aktif mendatangi wilayah binaan dan membangun koordinasi dengan puskesmas, bidan desa, kader Posyandu maupun PKK.

“Bhabinkamtibmas jangan menunggu laporan. Lakukan tracing aktif, pendataan, edukasi, pendekatan secara humanis, serta fasilitasi rujukan agar setiap temuan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar AKBP Arrizal.

Baca Juga: Remisi HUT RI di Jateng, 9.551 Warga Binaan Dapat Pengurangan Hukuman

Ia menegaskan, setiap dugaan kasus yang ditemukan perlu dicatat, diberikan pemahaman kepada keluarga, kemudian diarahkan ke fasilitas kesehatan yang sesuai.

Pemantauan juga diperlukan agar proses penanganan tidak berhenti setelah pasien mendapatkan rujukan.

“Program ini bukan sekadar sosialisasi. Kami ingin setiap kasus yang ditemukan segera didata, diberikan edukasi, dirujuk, dan dipantau penanganannya,” katanya.

Halaman:

Editor: Mualim Ks

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Air PDAM di Semarang Terganggu, Warga Perlu Siaga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Grobogan Perkuat BUMD, Ekonomi Lokal Jadi Sasaran

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:26 WIB

HUT ke-81 RI di Demak, Kemerdekaan Diisi Kerja Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:20 WIB
X