Jumat, 21 Agustus 2026

19 Kasus CTEV di Demak Jadi Perhatian, Bhabinkamtibmas Diperintahkan Aktif Melakukan Tracing

Photo Author
Mualim Ks, KabarSatu.id
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:34 WIB
Kapolres bersama Dinkes Demak melaksanakan sosialisasi Program Polda Jawa Tengah Peduli CTEV 2026. (Kabarsatu.id / Humas Polres Demak )
Kapolres bersama Dinkes Demak melaksanakan sosialisasi Program Polda Jawa Tengah Peduli CTEV 2026. (Kabarsatu.id / Humas Polres Demak )

Sementara itu, Sri Puji Astutik menjelaskan CTEV merupakan kelainan bentuk kaki yang sudah muncul sejak lahir.

Salah satu cirinya adalah posisi kaki yang mengarah ke dalam dan ke bawah. Kondisi tersebut dapat terjadi pada satu kaki ataupun kedua kaki.

Beberapa tanda yang bisa menjadi perhatian orang tua antara lain telapak kaki mengarah ke dalam, ujung kaki cenderung turun, tumit masuk ke dalam dan kaki terlihat melengkung atau berputar.

Meski demikian, orang tua tidak perlu langsung menyimpulkan adanya CTEV hanya berdasarkan bentuk kaki bayi.

Baca Juga: Peduli Korban Gempa NTT, Jateng Kirim 16 Relawan dan Ribuan Paket Bantuan

Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi tersebut.

CTEV juga dapat diketahui sejak bayi masih berada dalam kandungan melalui pemeriksaan USG.

Indikasinya dapat mulai terlihat pada usia kehamilan sekitar 13 minggu dan semakin jelas setelah usia kandungan 24 minggu. Setelah lahir, bayi tetap perlu menjalani skrining.

Astutik mengimbau orang tua segera berkonsultasi jika menemukan tanda yang mencurigakan.

Menurutnya, pemeriksaan lebih awal akan membantu menentukan penanganan yang sesuai.

Baca Juga: Paskibraka Batang Bentuk Angka 81, Perdana di Alun-Alun

Penyebab CTEV belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor yang dapat berpengaruh di antaranya posisi janin, keterbatasan ruang gerak di dalam rahim serta gangguan neuromuskular.

Untuk mendukung kesehatan kehamilan, ibu dianjurkan memenuhi kebutuhan nutrisi, menghindari rokok, alkohol dan NAPZA serta rutin menjalani pemeriksaan kehamilan.

Penanganan CTEV sejak dini disebut memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 95 persen.

Dengan terapi yang tepat, anak tetap dapat memiliki kemampuan berjalan, berlari dan melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.

Halaman:

Editor: Mualim Ks

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Air PDAM di Semarang Terganggu, Warga Perlu Siaga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Grobogan Perkuat BUMD, Ekonomi Lokal Jadi Sasaran

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:26 WIB

HUT ke-81 RI di Demak, Kemerdekaan Diisi Kerja Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:20 WIB
X