Jumat, 21 Agustus 2026

KPA Prihatin Kericuhan di Hari Damai Aceh, Minta Semua Pihak Menahan Diri

Photo Author
Moh Wahyu Hamijaya, KabarSatu.id
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Jack Libya, mantan ajudan pribadi deklarator GAM, Tgk Hasan Muhammad di Tiro. (KabarSatu.id/ foto: tim kontributor)
Jack Libya, mantan ajudan pribadi deklarator GAM, Tgk Hasan Muhammad di Tiro. (KabarSatu.id/ foto: tim kontributor)

BANDA ACEH, KabarSatu.id - Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat menyayangkan kericuhan yang terjadi saat peringatan XXI tahun perdamaian Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Juru Bicara KPA Pusat, Jack Libya, mengatakan peristiwa tersebut sangat disayangkan karena peringatan 21 tahun perdamaian Aceh semestinya menjadi momentum untuk mengenang sekaligus memperkuat perdamaian yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.

“KPA merasa prihatin atas kejadian yang terjadi pada hari peringatan damai Aceh ke-XXI yang diadakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh,” ujar Jack Libya kepada awak media, dikutip KabarSatu.id, Sabtu (15/8/2026) malam.

Menurutnya, rangkaian peringatan awalnya diisi dengan doa bersama dan zikir akbar. Namun, munculnya kericuhan hingga menyebabkan masyarakat menjadi korban dinilai bertolak belakang dengan semangat peringatan Hari Damai Aceh.

“Di hari peringatan damai Aceh, semestinya benar-benar merasa damai. Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi,” tegas Bang Jack sapaan akrab Jack Libya.

KPA Ajak Semua Pihak Menahan Diri

Bang Jack mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Aceh menjaga perdamaian yang telah diperjuangkan dengan susah payah.

Ia meminta tidak ada pihak yang mencoba merusak suasana damai atau memperkeruh keadaan melalui tindakan yang berpotensi memunculkan konflik baru.

“Kami minta semua pihak untuk menahan diri. Jangan mudah terprovokasi. Sebab, apa pun yang negatif terjadi akan sangat merugikan Aceh,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak ikut dalam gerakan massa yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Baca Juga: KKN Unwahas Gandeng BAZNAS Kendal Layani Cek Sehat Gratis

Minta Aparat Hindari Pendekatan Represif

KPA Pusat turut meminta aparat keamanan mengedepankan pendekatan yang mampu meredam ketegangan dan menghindari tindakan represif yang berpotensi meningkatkan eskalasi kekerasan.

Menurut Bang Jack, insiden pada momentum peringatan 21 tahun perdamaian Aceh harus menjadi evaluasi bagi seluruh pihak.

“Apa yang terjadi hari ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk tidak memancing atau melakukan tindakan yang dapat merusak kondusivitas Aceh,” katanya.

Desak Pemerintah Serius Jalankan MoU Helsinki

Selain meminta situasi tetap kondusif, KPA Pusat mendesak Pemerintah Republik Indonesia serius menjalankan seluruh butir kesepakatan damai atau MoU Helsinki yang menjadi salah satu fondasi perdamaian Aceh selama 21 tahun terakhir.

Bang Jack menilai implementasi MoU Helsinki penting agar perdamaian tidak berhenti sebagai simbol, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh.

Halaman:

Editor: Moh Wahyu Hamijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Timah Kembali Beli Timah Rakyat, Berlaku Sementara

Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:05 WIB

KSPSI dan UT Buka Jalan Buruh Raih Gelar Sarjana

Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:37 WIB
X