KOTA SEMARANG, kabarsatu.id - Aksi pemalsuan identitas melalui aplikasi WhatsApp kembali menyasar pejabat publik. Kali ini, wajah Anggota DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo dari Fraksi Partai Golkar, dicatut oleh pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan scamming untuk melancarkan berbagai modus penipuan.
Dalam sepekan terakhir, nomor WhatsApp yang bukan miliknya beredar menggunakan foto profil Anang Budi Utomo. Nomor tersebut kemudian menghubungi sejumlah orang yang mengenal dirinya, termasuk instansi pemerintah dan dinas di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.
Berbagai modus ditawarkan pelaku, mulai dari penjualan mobil, sepeda motor, hingga penawaran lain yang mengatasnamakan Anang dengan harapan memperoleh kepercayaan dari calon korban.
Anang mengaku resah karena aksi tersebut berpotensi merugikan banyak pihak sekaligus mencoreng nama baiknya.
"Saya mengimbau kepada seluruh rekan, kolega, instansi pemerintah, maupun masyarakat yang mengenal saya agar tidak mudah mempercayai pesan atau telepon WhatsApp yang mengatasnamakan saya selain dari nomor resmi yang selama ini saya gunakan. Jika menerima pesan mencurigakan, mohon lakukan konfirmasi terlebih dahulu dan jangan menanggapi permintaan apa pun sebelum dipastikan kebenarannya," kata Anang Budi Utomo kepada kabarsatu.id di kantor Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Semarang, Kamis (30/7) pagi.
Menurutnya, pelaku sengaja memanfaatkan foto profil serta identitas pejabat karena dinilai lebih mudah membangun kepercayaan calon korban. Dengan kedok sebagai orang yang dikenal, pelaku berharap target segera menuruti permintaan ataupun transaksi yang ditawarkan.
Anang juga meminta masyarakat tidak tinggal diam apabila menemukan nomor WhatsApp yang menggunakan identitas dirinya ataupun pejabat lain secara tidak sah.
"Saya berharap siapa pun yang menemukan nomor palsu tersebut segera membantu dengan melaporkannya melalui fitur report di WhatsApp dan menyampaikan informasi itu kepada pihak berwajib. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang pelaku bisa dilacak sehingga tidak semakin banyak korban yang dirugikan," tegasnya.
Fenomena pencatutan identitas pejabat melalui WhatsApp bukanlah kasus baru. Dalam beberapa tahun terakhir, modus serupa berulang kali terjadi dengan sasaran kepala daerah, anggota legislatif, pejabat pemerintahan hingga tokoh masyarakat.
Pelaku biasanya mengganti nomor telepon, menggunakan foto asli korban, kemudian menghubungi orang-orang yang memiliki hubungan profesional maupun personal dengan target.
Motifnya pun beragam, mulai dari menawarkan kendaraan dengan harga murah, meminta bantuan transfer dana, mengirim undangan palsu, hingga mengaku sedang membutuhkan bantuan mendesak.
Seluruh modus tersebut bertumpu pada satu hal, yakni memanfaatkan rasa percaya korban terhadap identitas yang dicatut.
Waspada Scamming Berkedok Identitas Pejabat
KabarSatu.id menilai maraknya penyalahgunaan identitas di platform digital menjadi pengingat bahwa kejahatan siber kini semakin mengandalkan rekayasa sosial (social engineering) dibandingkan kemampuan teknis semata.
Pelaku tidak lagi hanya membobol sistem, tetapi memanipulasi psikologis calon korban dengan memanfaatkan nama, jabatan, dan reputasi seseorang.
Artikel Terkait
Ahmad Luthfi Soroti OTT Bupati Pemalang: Sudah Sampai Nyinyir Kami Ingatkan
Kejari Salatiga Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan Gratis, Ratusan Warga Serbu Halaman Kantor
Gubernur Luthfi Instruksikan Pemetaan Sekolah Rawan Rusak, Dua SD di Jateng Segera Direvitalisasi