Peran tersebut juga diperlukan di dunia maya. Kapolri meminta para Duta Kamtibmas Siber membantu menyebarkan edukasi mengenai bahaya hoaks, ujaran kebencian, perundungan, radikalisme, judi online, penipuan digital hingga penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat untuk mengenali serta mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan ruang digital.
Kapolri juga mengajak masyarakat untuk tidak pasif ketika menemukan gangguan keamanan maupun dugaan tindak pidana.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan kepolisian 110 maupun kanal Patroli Siber.
Sementara itu, E-Sports Kapolri Cup 2026 tidak hanya mempertandingkan satu jenis kompetisi.
Baca Juga: Unwahas Bangun RS di Kawasan MAJT, Target Beroperasi Pertengahan 2027
Sejumlah kegiatan turut digelar, antara lain Mobile Legends, Capture The Flag (CTF), cosplay, Influencer Hunt, Trading Card Game dan Youth Movement.
Rangkaian tersebut dirancang untuk mempertemukan kompetisi, kreativitas, teknologi dan edukasi dalam satu kegiatan yang melibatkan generasi muda.
Kapolri juga menyoroti munculnya berbagai inovasi teknologi dalam kegiatan tersebut, termasuk robotik, Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perkembangan itu, menurutnya, menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki modal besar untuk menghadapi tantangan teknologi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Dengan ditutupnya kegiatan di Indonesia Arena, E-Sports Kapolri Cup 2026 resmi berakhir.
Polri berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperluas pembinaan e-sports sekaligus memperkuat keterlibatan generasi muda dalam menjaga keamanan, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Artikel Terkait
Polda Jateng Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Temanggung, 18,59 Gram Sabu Diamankan
Karsono Bidik Purbalingga Jadi Sentra Atlet Bulutangkis, Kejurkab 2026 Diikuti 314 Peserta
MR.D.I.Y. Umumkan Juara, Seniman RI Melaju ke Asia Tenggara