KENDAL, KabarSatu.id - Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, mulai memperkuat tata kelola informasi desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya lewat pengembangan website interaktif yang diarahkan menjadi pusat informasi sekaligus ruang partisipasi masyarakat.
Program tersebut dikembangkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Tata Kelola Informasi Desa melalui Website Interaktif untuk Mendukung Desa Mandiri dan Gaya Hidup Sehat di Desa Limbangan.”
Dilansir KabarSatu.id dari siaran pers Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), program ini tidak sekadar menempatkan teknologi sebagai alat pelayanan. Lebih jauh, website disiapkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola informasi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Potensi Desa Limbangan menjadi salah satu alasan penguatan sistem informasi tersebut dinilai penting.
Wilayah desa memiliki luas sekitar 839,79 hektare dan didukung sektor pertanian serta perkebunan. Dua sungai, yakni Sungai Kebrok dan Sungai Kalimoyo, turut menjadi bagian dari sumber daya wilayah yang menopang aktivitas masyarakat.
Baca Juga: KKN Unwahas Gandeng BAZNAS Kendal Layani Cek Sehat Gratis
Secara administratif, Desa Limbangan terdiri atas 10 RW dan 28 RT. Pusat pemerintahan desa berada di Dusun Krajan RW 04 yang berada di jalur utama sehingga relatif mudah dijangkau masyarakat.
Di balik potensi tersebut, kebutuhan terhadap informasi publik dan layanan digital yang mudah diakses masih menjadi tantangan. Di sinilah website interaktif mulai mengambil peran.
Website yang dikembangkan dalam program PkM tersebut dikelola dengan melibatkan Karang Taruna Desa Limbangan.
Keterlibatan generasi muda diharapkan bukan hanya menjaga keberlangsungan pengelolaan platform, tetapi sekaligus membuka ruang peningkatan kemampuan pemuda di bidang teknologi informasi, komunikasi publik, dan produksi konten digital.
Konten yang disiapkan mencakup informasi pemerintahan desa, pelayanan publik, pembangunan, kegiatan masyarakat, potensi pertanian dan perkebunan, hingga edukasi gaya hidup sehat.
Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi. Mereka juga didorong untuk menjadi bagian dari ekosistem informasi dan pembangunan desa.
“Pengembangan website ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya Karang Taruna, agar mampu mengelola informasi desa secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkap tim pelaksana.
Baca Juga: BAZNAS Semarang Meriahkan HUT RI dengan Jalan Sehat
Dari Informasi ke Kemandirian
Penguatan digitalisasi Desa Limbangan juga diarahkan untuk mendukung cita-cita desa mandiri berbasis potensi lokal dan ekonomi hijau.
Artikel Terkait
DPR Dorong Evakuasi dan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Warga, Ratusan Rumah Rusak
KPA Prihatin Kericuhan di Hari Damai Aceh, Minta Semua Pihak Menahan Diri