SEMARANG | kabarsatu.id – Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk pertanian.
Melalui program pengabdian masyarakat, dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak), Dr. Amalia S.P., M.M., mengenalkan teknologi hidroponik kepada warga Kelurahan Sampangan, Kota Semarang, sebagai upaya membangun kemandirian pangan dan membuka peluang usaha.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) tersebut menyasar warga dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bidadari RT 06 Sampangan.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung mengenai cara membudidayakan tanaman menggunakan sistem hidroponik.
Bersama El Wahid Foundation, Dr. Amalia memberikan pendampingan terkait berbagai tahapan budidaya, mulai dari pemilihan benih, proses penyemaian, pemberian nutrisi, perawatan tanaman, hingga pengemasan dan strategi pemasaran produk.
Dr. Amalia menyampaikan bahwa hidroponik merupakan inovasi pertanian yang sangat relevan diterapkan di lingkungan perkotaan.
Sistem tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan area terbatas untuk menghasilkan sayuran sehat dengan proses yang lebih efisien.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif. Hidroponik tidak hanya mendukung kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan," katanya.
Ia menambahkan, keberadaan perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ilmu dan inovasi yang berkembang di lingkungan akademik perlu diterapkan agar dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Selain menggelar pelatihan, Dr. Amalia juga melakukan kunjungan ke Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan untuk melihat peluang kerja sama dalam pengembangan pemasaran hasil hidroponik warga.
Menurutnya, koperasi dapat mengambil peran sebagai mitra pemasaran atau penampung hasil produksi masyarakat.
Dengan adanya dukungan koperasi, petani hidroponik tidak hanya belajar menghasilkan produk, tetapi juga memiliki akses pasar yang lebih jelas.
"Kami berharap ada sinergi antara kelompok masyarakat penghasil sayuran hidroponik dengan koperasi sehingga tercipta ekosistem usaha yang berkelanjutan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua RT 06 Sampangan, Kusaedi, S.Pd., menyambut positif program tersebut.
Artikel Terkait
Kapolda Jateng Reshuffle 22 Jabatan Strategis, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik