KENDAL, KabarSatu.id - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif PETASOL yang dikembangkan di TP3SR Margorejo, Kabupaten Kendal.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Kendal melalui unggahan di akun Instagram resminya usai mengunjungi TP3SR Margorejo pada Rabu (4/8) sore.
Dalam kunjungan itu, ia menyoroti pentingnya inovasi pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menghasilkan energi yang bermanfaat.
Menurut Dyah Kartika Permanasari, manajemen terpadu pengolahan sampah menjadi bahan bakar PETASOL merupakan salah satu terobosan yang layak mendapat perhatian karena mampu mengubah limbah plastik menjadi energi alternatif.
"Manajemen terpadu pengolahan sampah menjadi bahan bakar PETASOL di Kabupaten Kendal merupakan inovasi yang sangat menarik. Sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan kini dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya mengurangi timbunan plastik sekaligus menghasilkan energi terbarukan," tulis Bupati Kendal.
Baca Juga: Ratusan Pendidik Kesetaraan Semarang Digembleng Deep Learning, Kurikulum hingga AI
Ia juga menyebut TP3SR Margorejo telah menunjukkan capaian yang membanggakan. Fasilitas tersebut berhasil menjadi percontohan nasional dalam pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif melalui teknologi pirolisis.
"TP3SR Margorejo berhasil menjadi percontohan nasional dalam mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif melalui teknologi pirolisis. Ini menjadi bukti bahwa inovasi daerah mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan," lanjutnya.
Bupati Kendal berharap keberhasilan yang diraih TP3SR Margorejo tidak berhenti di satu lokasi. Menurutnya, model pengelolaan sampah seperti ini perlu direplikasi di berbagai wilayah agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
"Langkah ini perlu dicontoh dan diperluas oleh wilayah lain di Kabupaten Kendal. Pengolahan sampah yang dilakukan dengan tepat tidak hanya mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga mampu mendatangkan manfaat bagi masyarakat," ujar Dyah Kartika Permanasari.
Dalam hal ini, Bupati Kendal menyampaikan pesan bahwa Inovasi PETASOL menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan sampah berbasis teknologi dapat menghadirkan nilai tambah.
Selain membantu menekan volume sampah plastik, inovasi tersebut juga membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Artikel Terkait
DPRD Semarang Pelajari Penataan Kabel Utilitas Cirebon, Ducting dan Perda Jadi Sorotan Utama
Sri Mulyani Pimpin IDA22 Bank Dunia, Indonesia Kian Diperhitungkan dalam Keuangan Global
Ombudsman Jateng Tinjau Langsung SDN Pendrikan Lor 02, Soroti Bangunan Rusak yang Masih Dipakai Belajar