Jumat, 21 Agustus 2026

Sri Mulyani Pimpin IDA22 Bank Dunia, Indonesia Kian Diperhitungkan dalam Keuangan Global

Photo Author
Moh Wahyu Hamijaya, KabarSatu.id
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:03 WIB
Ilustrasi Sri Mulyani Pimpin IDA22 Bank Dunia, Indonesia Kian Diperhitungkan dalam Keuangan Global. (KabarSatu.id/ gambar disempurnakan oleh AI.)
Ilustrasi Sri Mulyani Pimpin IDA22 Bank Dunia, Indonesia Kian Diperhitungkan dalam Keuangan Global. (KabarSatu.id/ gambar disempurnakan oleh AI.)

KabarSatu.id - Nama Sri Mulyani Indrawati kembali mendapat pengakuan di panggung internasional. Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia itu dipercaya mengemban peran penting dalam menentukan arah pembiayaan pembangunan dunia setelah ditunjuk sebagai Independent Co-Chair pada proses pengisian kembali dana International Development Association (IDA) putaran ke-22 (IDA22) milik Bank Dunia.

Penunjukan tersebut dilakukan oleh perwakilan negara-negara donor dan negara-negara peminjam yang tergabung dalam IDA. Sri Mulyani akan memimpin proses replenishment atau penggalangan komitmen pendanaan bersama Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Bank Dunia, Paschal Donohoe.

Bank Dunia menjelaskan, Sri Mulyani terpilih melalui proses seleksi yang dilakukan komite pencarian yang beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam.

“Sri Mulyani terpilih melalui proses seleksi oleh komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan negara peminjam, setelah masuk dalam daftar pendek kandidat,” demikian keterangan resmi Bank Dunia, Rabu (5/8).

Baca Juga: Pilgub Jateng 2029 Disiapkan Sejak Dini, Pemprov Siapkan Dana Cadangan Rp1,2 Triliun

Mengapa IDA22 Penting?

International Development Association (IDA) merupakan salah satu lembaga di bawah Bank Dunia yang berperan menyediakan pinjaman berbunga rendah, pembiayaan lunak, hingga hibah bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan termiskin di dunia.

Setiap tiga tahun, Bank Dunia menyelenggarakan proses replenishment untuk menghimpun komitmen pendanaan baru dari negara-negara anggota.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, hingga mitigasi perubahan iklim.

Karena itu, proses IDA22 bukan sekadar agenda pengumpulan dana, melainkan forum strategis yang menentukan arah kebijakan pembangunan global dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam forum tersebut, Sri Mulyani akan berperan memperkuat dukungan kebijakan sekaligus membangun kesepahaman antara negara donor dan negara penerima manfaat agar komitmen pembiayaan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi dunia.

Bukti Kepercayaan Dunia

Sejak siklus IDA18, Bank Dunia menerapkan sistem kepemimpinan bersama atau co-chair, yang terdiri atas seorang tokoh independen berpengalaman di bidang pembiayaan pembangunan multilateral dan seorang pejabat senior Bank Dunia.

Penunjukan Sri Mulyani sebagai tokoh independen menunjukkan besarnya kepercayaan komunitas internasional terhadap kapasitasnya dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan pembiayaan pembangunan.

Pengalaman tersebut bukan tanpa alasan. Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Operating Officer Bank Dunia, selain dikenal sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama Indonesia yang mengawal berbagai reformasi fiskal nasional.

Saat ini, ia juga tercatat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford, sebuah program yang diikuti para pemimpin dunia untuk memperkuat kepemimpinan dan kebijakan publik.

Baca Juga: Resmi! Malut United Berganti Nama Jadi Java United, Semarang Kini Rumah Baru Laskar Kepodang Emas

Halaman:

Editor: Moh Wahyu Hamijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X