Jumat, 21 Agustus 2026

BI Gandeng Media Belajar ke Bali, Siapkan Promosi Pariwisata Berkelanjutan Jawa Tengah yang Lebih Kuat

Photo Author
Moh Wahyu Hamijaya, KabarSatu.id
- Kamis, 30 Juli 2026 | 21:09 WIB
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reynasari. (kabarsatu.id/ wahyu hamijaya)
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reynasari. (kabarsatu.id/ wahyu hamijaya)

KOTA SEMARANG, kabarsatu.id - Membangun pariwisata berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi. Dibutuhkan publikasi yang berkualitas agar pesan tentang pelestarian lingkungan, pelayanan, hingga pemberdayaan masyarakat dapat tersampaikan secara luas kepada publik.

Berangkat dari semangat tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah mengajak jejaring media strategis mempelajari pengelolaan publikasi pariwisata berkelanjutan dan ekonomi hijau di Bali melalui studi tiru yang berlangsung pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2026.

Program ini diharapkan menjadi bekal bagi insan media dalam memperkuat promosi destinasi wisata Jawa Tengah yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas publikasi sektor pariwisata.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reynasari, menegaskan media memiliki peran penting membangun pemahaman masyarakat bahwa pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga ekosistem yang menopangnya.

"Pariwisata tidak hanya soal tempat wisatanya. Ada transportasi, akomodasi, pelayanan, kebersihan, hingga pemberdayaan masyarakat yang harus berjalan bersama agar destinasi berkembang secara berkelanjutan," ujarnya saat membuka Studi Tiru Pengelolaan Publikasi Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau di Semarang, Kamis (30/7/2026).

BACA JUGA

Sinergi dan Kolaborasi

Menurut Andi, pengalaman Bali membuktikan keberhasilan sektor pariwisata lahir dari kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan media guna memperkuat pengembangan pariwisata di Jawa Tengah.

Selain menjadi wadah berbagi praktik baik, kegiatan ini juga membekali peserta dengan pelatihan penulisan serta strategi publikasi pariwisata melalui jejaring media.

Harapannya, informasi yang disampaikan tidak hanya mampu menarik minat wisatawan, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

QRIS Lintas Negara

Andi juga menekankan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata. Kehadiran sistem pembayaran digital seperti QRIS, termasuk QRIS lintas negara, dinilai semakin memudahkan wisatawan saat bertransaksi.

"Digitalisasi pembayaran menjadi salah satu faktor pendukung pariwisata modern. Wisatawan dapat bertransaksi lebih mudah tanpa harus selalu menukarkan uang tunai sehingga pengalaman berwisata menjadi lebih praktis," pungkasnya.

Melalui studi tiru ini, Bank Indonesia berharap jejaring media semakin berperan sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan praktik-praktik pariwisata berkelanjutan.

Publikasi yang berkualitas diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekonomi hijau sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata di Jawa Tengah.

Editor: Haryanto Mega

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X