KOTA SEMARANG, KabarSatu.id - Penghargaan Transportasi Indonesia Award 2026 bukan dipandang sebagai garis akhir oleh BLU Trans Semarang. Sebaliknya, penghargaan nasional tersebut menjadi titik awal untuk mempercepat transformasi transportasi publik yang lebih modern, ramah disabilitas, berbasis digital, sekaligus berorientasi pada keberlanjutan.
Penghargaan yang diterima Dinas Perhubungan Kota Semarang pada Kamis, 30 Juli 2026, di Hotel Bidakara, Jakarta, menjadi pengakuan atas konsistensi Pemerintah Kota Semarang dalam membangun layanan angkutan massal yang semakin inklusif dan nyaman bagi masyarakat.
Dalam wawancara khusus bersama KabarSatu.id, Kepala BLU Trans Semarang Haris Setyo Yunanto menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar prestasi administratif, melainkan bukti bahwa reformasi pelayanan transportasi publik di Kota Semarang berjalan pada jalur yang benar.
"Penghargaan ini menjadi legitimasi bahwa modernisasi Trans Semarang berjalan sesuai arah yang kami bangun. Namun yang lebih penting, penghargaan ini menjadi motivasi agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat, bukan berhenti pada pencapaian," ujar Haris kepada KabarSatu.id, Selasa (4/8).
Peremajaan 132 Armada Jadi Kunci
Menurut Haris, salah satu faktor terbesar yang mengantarkan Trans Semarang meraih penghargaan nasional adalah percepatan program peremajaan armada sepanjang 2026.
Sebanyak 132 armada ditargetkan diremajakan, sementara hingga Juli 2026 sudah 73 unit bus baru beroperasi di Koridor 2, 4, 8 serta Feeder 1, 3, dan 4.
Bus-bus tersebut hadir dengan spesifikasi lebih modern, tingkat kenyamanan kabin yang lebih baik, serta emisi yang lebih rendah dibanding armada sebelumnya.
Tak hanya itu, BLU Trans Semarang juga mulai mempersiapkan operasional bus listrik sebagai bagian dari transformasi menuju transportasi publik rendah emisi.
"Modernisasi armada menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian penghargaan ini. Kami juga tengah menyiapkan integrasi bus listrik sebagai bagian dari transformasi transportasi hijau di Kota Semarang," jelasnya.
Baca Juga: YouTuber Diduga Libatkan Anak Promosikan Vape, Kemkomdigi Tegur YouTube
Halte Lebih Ramah Disabilitas, Pembayaran Makin Praktis
Transformasi tidak berhenti pada penggantian armada. BLU Trans Semarang juga membangun halte berkonsep low deck dengan akses ramp kursi roda, sekaligus memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kategori transportasi ramah disabilitas.
Di sisi digitalisasi, sistem pembayaran kini sepenuhnya mengandalkan transaksi non-tunai melalui QRIS Tap hasil kolaborasi bersama Bank Indonesia sehingga proses naik bus menjadi lebih cepat dan efisien.
Sementara dari sisi pelayanan, evaluasi terhadap petugas dilakukan secara berkala melalui program Karyawan Teladan untuk mendorong pelayanan yang ramah, komunikatif, dan responsif kepada penumpang.
Penghargaan Harus Terasa Manfaatnya
Haris menegaskan, penghargaan nasional tidak akan berarti, apabila kualitas pelayanan di lapangan justru menurun.
Karena itu, BLU Trans Semarang menerapkan pengawasan berlapis melalui evaluasi rutin Standar Pelayanan Minimal, pemeriksaan kelayakan armada, pelatihan safety driving bagi pengemudi, hingga uji KIR ketat sebelum armada baru dioperasikan.
Artikel Terkait
Krisis Migran Ceuta Guncang Eropa, Media Sosial Dituding Picu Arus Migran ke Spanyol
Kasus Vicky Prasetyo Naik Penyidikan, Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Penipuan Rp500 Juta
Kongres Biasa PSSI 2026 Putuskan Pemilihan Ketua Umum Digelar Juli 2027, Ini Alasan Erick Thohir