Jumat, 21 Agustus 2026

ICCN Dorong Bengkalis Hidupkan Kawasan Sejarah Lewat Kreativitas

Photo Author
Slamet Ks, KabarSatu.id
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:14 WIB
ICCN Dorong Bengkalis Hidupkan Kawasan Sejarah Lewat Kreativitas. (KabarSatu.id/ foto: istimewa)
ICCN Dorong Bengkalis Hidupkan Kawasan Sejarah Lewat Kreativitas. (KabarSatu.id/ foto: istimewa)

BENGKALIS, KabarSatu.id - Kawasan bersejarah tak harus berhenti sebagai saksi masa lalu. Di Bengkalis, bangunan peninggalan sejarah justru didorong untuk menjadi ruang baru bagi kreativitas, komunitas hingga penggerak ekonomi.

Gagasan itu mengemuka dalam pembukaan Ekraforia 2026 di Jail Huis Van Bewaring, Jalan Pahlawan, Bengkalis, Jumat (14/8/2026) malam.

Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Sam Vicky Herinadharma, mengapresiasi penyelenggaraan Ekraforia 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Bengkalis Creative Network (BCN).

Menurut Vicky, Bengkalis memiliki modal budaya (cultural capital) yang kuat. Letaknya yang strategis di Selat Malaka, tradisi maritim, seni, kriya, kuliner Melayu hingga jejak sejarah menjadi potensi yang bisa dikembangkan sebagai kekuatan baru ekonomi kreatif.

"Ekraforia ini menjadi langkah yang baik untuk menghidupkan kembali ruang-ruang yang memiliki nilai sejarah melalui kreativitas. Bengkalis memiliki cultural capital yang sangat kuat dan ini bisa menjadi kekuatan baru ekonomi kreatif,” ujar Vicky dalam keterangannya dikutip KabarSatu.id, Minggu (16/8).

Baca Juga: DPR Dorong Evakuasi dan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Penjara Belanda Diusulkan Jadi Creative Hub

Salah satu titik yang dinilai potensial adalah Jail Huis Van Bewaring atau yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Penjara Belanda.

Vicky mendorong Pemkab Bengkalis menerapkan konsep creative placemaking, yakni menghidupkan kawasan melalui aktivitas kreatif dengan tetap mempertahankan nilai sejarahnya.

Ia bahkan mengusulkan kawasan tersebut dikembangkan menjadi Bengkalis Heritage Creative Hub.

“Transformasi ini bukan sekadar konservasi bangunan, tetapi bagaimana menghadirkan ruang baru tempat heritage, culture, creativity, community, dan technology bertemu,” katanya.

Menurut dia, ruang bersejarah itu dapat diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari heritage gallery, ruang komunitas, studio kreator, workshop kriya dan fesyen, kuliner Melayu, creative market, ruang pertunjukan hingga digital storytelling dan media arts.

Dengan pendekatan tersebut, bangunan bersejarah tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan, tetapi juga diaktifkan menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus sumber ekonomi baru.

“Kita tidak hanya menjaga warisan, tetapi mengaktifkannya. Ketika heritage bisa menjadi ruang kreativitas dan ekonomi, maka sejarah tidak berhenti sebagai masa lalu, tetapi menjadi bagian dari masa depan Bengkalis,” ujarnya.

Baca Juga: KKN Unwahas Gandeng BAZNAS Kendal Layani Cek Sehat Gratis

Pemkab Bengkalis Siap Berkolaborasi

Dukungan ICCN tersebut disambut positif Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni.

Halaman:

Editor: Slamet Ks

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X