Kasmarni menyatakan kesiapan pemerintah daerah berkolaborasi dengan ICCN dalam proses pengembangan Bengkalis menuju Kabupaten Kreatif.
Menurutnya, pendampingan ICCN menjadi langkah strategis untuk memperkuat potensi daerah sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kita menyambut baik kesediaan ICCN untuk mendampingi Kabupaten Bengkalis. Kita memiliki potensi yang besar, dan dengan kolaborasi ini kita berharap potensi budaya, sejarah, kreativitas generasi muda dan pariwisata, termasuk Pulau Rupat, dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kasmarni.
Ia menegaskan Pemkab Bengkalis siap memberikan dukungan agar proses menuju Kabupaten Kreatif berjalan dengan baik dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, terutama komunitas serta generasi muda.
Baca Juga: BAZNAS Semarang Meriahkan HUT RI dengan Jalan Sehat
Ekraforia Jadi Ruang Pertemuan Kreativitas
Ekraforia 2026 mengusung tema “Simfoni Simetria” dan berlangsung pada 14-16 Agustus 2026 di Jail Huis Van Bewaring, Jalan Pahlawan, Kelurahan Bengkalis Kota.
Kegiatan tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso.
Sejumlah agenda kreatif turut dihadirkan, di antaranya creative gallery, maker space, creative stage, local market, creative connect, hingga Ekrafo Run.
Bagi ICCN, geliat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif Bengkalis.
“ICCN mengapresiasi apa yang dilakukan kawan-kawan Bengkalis Creative Network bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mendorong penguatan SDM ekonomi kreatif menuju Kota Kreatif Dunia,” pungkas Vicky.
Artikel Terkait
Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Warga, Ratusan Rumah Rusak
KPA Prihatin Kericuhan di Hari Damai Aceh, Minta Semua Pihak Menahan Diri
Website Interaktif Limbangan Jadi Jalan Menuju Desa Mandiri