Jumat, 21 Agustus 2026

Pertalite Tak Dibatasi untuk Motor, Mobil Jadi Sasaran

Photo Author
Moh Wahyu Hamijaya, KabarSatu.id
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan Keterangan Pers di Jakarta. (KabarSatu.id/ foto: istimewa)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan Keterangan Pers di Jakarta. (KabarSatu.id/ foto: istimewa)

JAKARTA, KabarSatu.id - Pengguna sepeda motor masih bisa bernapas lega. Rencana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite (RON 90), tidak menyasar kendaraan roda dua.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan pembatasan subsidi akan diarahkan kepada kendaraan roda empat atau mobil dengan spesifikasi tertentu.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, belum ada aturan baru yang membatasi pemilik sepeda motor dalam membeli Pertalite.

“Nggak, sepeda motor nggak dibatasi kok. Berarti nggak ada perubahan untuk sepeda motor,” kata Bahlil melalui keterangan resmi kepada wartawan di Jakarta, dikutip KabarSatu.id, Kamis (13/8/2026).

Bahlil bahkan mengingatkan agar pernyataan tersebut tidak dipelintir menjadi kabar bahwa pembelian Pertalite oleh pengguna sepeda motor akan dibatasi.

Mobil Mewah Jadi Perhatian

Menurut Bahlil, pembatasan subsidi nantinya berkaitan dengan jenis dan kelompok kendaraan. Pemerintah tidak ingin BBM bersubsidi dinikmati kendaraan yang dinilai mampu menggunakan BBM nonsubsidi.

Ia mencontohkan kendaraan kelas atas seperti BMW dan Mercedes-Benz.

“Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Purbaya) tadi,” ujarnya.

Dengan skema tersebut, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan pembatasan Pertalite berdasarkan kelompok ekonomi penerima subsidi.

Baca Juga: Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Tembalang Semarang, 15 Paket Narkoba Disita

Desil 9 dan 10 Dipelajari

Bahlil menyebut pemerintah sedang mempelajari penerapan pembatasan subsidi bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi atas, termasuk kelompok desil 9 dan 10.

Skemanya tidak serta-merta diterapkan secara penuh. Pemerintah membuka kemungkinan pengurangan akses subsidi dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan setelah kebijakan berjalan.

“Kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin desil 9, 10 supaya nanti berapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap,” kata Bahlil.

Pemerintah juga tengah menyiapkan sistem pendataan agar subsidi lebih tepat sasaran. Bahlil menilai sistem yang dimiliki Pertamina saat ini sudah cukup siap untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan begitu,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Moh Wahyu Hamijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X