"Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Penghargaan ini harus tercermin pada ketepatan layanan, kenyamanan, keselamatan, hingga kualitas armada yang digunakan setiap hari," katanya.
Baca Juga: Malam Tugu Muda Kini Bersinar, Air Mancur Menari Jadi Ikon Wisata Baru Kota Semarang yang Memikat
Benahi Ketepatan Waktu dan Kepadatan Penumpang
BLU Trans Semarang juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama pada jam sibuk ketika kepadatan penumpang meningkat.
Untuk mengatasinya, pengaturan headway atau jarak keberangkatan bus terus dioptimalkan, khususnya pada pukul 06.00–07.30 WIB dan sore hari.
Selain menyelesaikan sisa program peremajaan armada, BLU Trans Semarang juga sedang mengkaji penambahan maupun aktivasi kembali sejumlah rute potensial, termasuk menuju kawasan pusat perbelanjaan dan destinasi wisata agar jangkauan pelayanan semakin luas.
Bus Listrik dan Pelacakan Real-Time
Ke depan, modernisasi Trans Semarang akan difokuskan pada penguatan transportasi hijau.
Sebanyak 27 unit bus besar bertenaga listrik dipersiapkan untuk diintegrasikan secara bertahap ke dalam layanan Trans Semarang guna menekan emisi karbon perkotaan.
Selain itu, aplikasi resmi Trans Semarang juga akan terus dikembangkan agar mampu menghadirkan pelacakan posisi bus secara real-time, sehingga masyarakat dapat mengetahui kedatangan armada dengan lebih akurat.
Fasilitas khusus penyandang disabilitas juga terus diperkuat melalui penyediaan ruang kursi roda di seluruh bus baru serta pembangunan fasilitas pemandu visual di halte-halte utama.
Baca Juga: Taj Yasin Luncurkan PAUD EMAS, Pemprov Jateng Perkuat Pendidikan Anak Sejak Usia Dini
Warga Beralih ke Transportasi Umum
Pasca penghargaan nasional, BLU Trans Semarang menargetkan meningkatnya jumlah masyarakat yang meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum.
Target tersebut didukung dengan penguatan integrasi antara koridor utama BRT dan layanan feeder, sekaligus mempertahankan tarif yang tetap terjangkau, yakni Rp3.500 untuk penumpang umum, Rp1.000 bagi pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas, serta gratis bagi pelajar dan mahasiswa ber-KTP Kota Semarang.
Menutup wawancara khusus bersama KabarSatu.id, Haris mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dari perubahan budaya transportasi di Kota Semarang.
"Transportasi publik yang modern, aman, dan nyaman tidak akan berjalan maksimal tanpa partisipasi masyarakat. Mari jadikan Trans Semarang sebagai pilihan utama mobilitas harian. Dengan menggunakan transportasi massal, kita bersama mengurangi kemacetan, menekan polusi udara, dan mewujudkan Semarang yang lebih berkelanjutan serta ramah bagi semua generasi," tutup Haris.
Artikel Terkait
Krisis Migran Ceuta Guncang Eropa, Media Sosial Dituding Picu Arus Migran ke Spanyol
Kasus Vicky Prasetyo Naik Penyidikan, Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Penipuan Rp500 Juta
Kongres Biasa PSSI 2026 Putuskan Pemilihan Ketua Umum Digelar Juli 2027, Ini Alasan Erick Thohir