Ia berharap strategi pemeliharaan yang dirumuskannya tidak berhenti sebagai karya ilmiah dan dokumen akademik, tetapi dapat diuji serta diterapkan dalam pengelolaan PSEL.
“Harapan saya, rumusan strategi pemeliharaan mesin ini bisa diaplikasikan langsung di lapangan agar operasional PSEL menjadi lebih tangguh dan efisien,” ujarnya.
Ia juga berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pemerintah maupun operator dalam membangun sistem pemeliharaan PSEL yang lebih terukur.
“Dengan begitu, PSEL dapat terus beroperasi tanpa hambatan berarti, sehingga visi utamanya untuk menuntaskan darurat sampah sekaligus mendukung kemandirian energi bersih di Indonesia bisa benar-benar terwujud,” kata Ardhian.
Di titik itulah sosok Ardhian Amadeo Reswandra menarik untuk diperhatikan. Ia tidak hanya melihat mesin dari sisi teknis, tetapi mencoba menghubungkan risiko kerusakan, efisiensi biaya, keberlanjutan energi, dan kepentingan masyarakat dalam satu pendekatan.
Artikel Terkait
DPR Buka Ruang Buruh, RUU Ketenagakerjaan Masuk Tahap Pembahasan
Bea Cukai Bongkar Dua Aksi Penyelundupan Emas di Bandara Soekarno-Hatta
Hari Gajah Sedunia, Semarang Zoo Titip Pesan Lewat Zella