Imbas Kericuhan Belitung Timur
Langkah pemerintah pusat ini diambil setelah kericuhan pecah di Belitung Timur pada 8 Agustus 2026.
Kericuhan bermula dari aksi masyarakat penambang pasir timah di kantor operasional PT Timah, Kecamatan Gantung.
Massa menuntut perusahaan kembali membeli pasir timah hasil tambang masyarakat setelah pembelian tersendat selama beberapa pekan.
Situasi kemudian memanas. Sejumlah barang dibakar hingga api merembet ke gedung unit PT Timah.
Mobil pemadam kebakaran yang datang untuk menangani kebakaran juga menjadi sasaran amukan massa.
Yusril menyebut persoalan pertambangan timah di Belitung Timur sebagai masalah serius yang membutuhkan penyelesaian segera.
"Pemerintah sangat serius memperhatikan perkembangan yang terjadi di daerah. Terjadinya insiden minggu lalu di Pulau Belitung hingga pembakaran kantor PT Timah," katanya.
Rapat yang berlangsung sekitar tiga jam itu menjadi forum pemerintah pusat dan daerah untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
Yusril menegaskan pemerintah prihatin atas kejadian di Belitung dan berupaya menyatukan seluruh pihak untuk mencari solusi.
"Pemerintah sangat prihatin dengan persoalan ini dan bersatu mencari solusi terhadap masalah yang kita hadapi bersama," ujarnya.
Artikel Terkait
Tari Kelana Lengger Banyumasan Memukau di Istana Merdeka di HUT ke-81 RI
Pemkab Jombang Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Venue Utama Dipoles
PN Sintang Dekatkan Layanan Lewat Mobil dan PRISMA