Karena itu, setiap karya yang dibuat pelajar dinilai memiliki daya pengaruh sekaligus tanggung jawab moral terhadap pesan yang disampaikan kepada publik.
Ke depan, kemampuan memanfaatkan AI yang diperoleh para peserta diharapkan terus dikembangkan untuk mendukung pendidikan, kewirausahaan, kreativitas maupun kegiatan sosial.
“Saya ingin pelajar Demak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu tampil sebagai generasi yang memahami teknologi, menguasai ruang digital, sekaligus memiliki keberanian untuk mengarahkannya kepada hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Samel.
Artikel Terkait
Gugup di Tangga Istana, Paskibraka Papua Neeltje Berubah Jadi Bangga
Orang Tua Neeltje Terharu, Putrinya Bawa Baki Merah Putih di Istana