Jumat, 21 Agustus 2026

MUI Kota Probolinggo Dorong Jurnal Jadi Motor Literasi

Photo Author
N. Rochman, KabarSatu.id
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:39 WIB
MUI Kota Probolinggo dan perguruan tinggi menandatangani MoU penguatan kolaborasi keilmuan. (KabarSatu.id/ foto: MUI Probolinggo)
MUI Kota Probolinggo dan perguruan tinggi menandatangani MoU penguatan kolaborasi keilmuan. (KabarSatu.id/ foto: MUI Probolinggo)

Dengan begitu, khazanah keislaman tidak hanya berhenti di ruang kajian, tetapi dapat bergerak menjadi kekuatan transformasi sosial dan sumber kemaslahatan.

Tujuh Kampus Bergandengan dengan MUI

Penguatan kolaborasi juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara MUI Kota Probolinggo dan tujuh perguruan tinggi.

Ketujuh perguruan tinggi tersebut yakni UNUJA, UPM, IAD, ITBKES Jawa Timur, AMIK Taruna Leces, STIA Bayuangga, dan STAIRO.

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA., mengatakan kerja sama itu diharapkan membuka ruang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian, pengabdian masyarakat, publikasi ilmiah, diskusi akademik, serta kajian bersama.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi berkembang sebagai pusat produksi pengetahuan dan solusi bagi persoalan masyarakat,” ujar KH. Sulthon.

Sebaliknya, MUI dapat menjadi mitra strategis perguruan tinggi untuk memperkuat dimensi keagamaan, etika, moral, dan kemaslahatan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Baca Juga: KPA Prihatin Kericuhan di Hari Damai Aceh, Minta Semua Pihak Menahan Diri

Dosen dan Mahasiswa Didorong Produktif Menulis

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penulisan karya ilmiah bagi dosen dan mahasiswa.

Pelatihan menghadirkan Guru Besar Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo, Prof. Dr. KH. Hasan Baharun, sebagai narasumber utama.

Peserta dibekali penguatan kemampuan menyusun karya ilmiah yang sistematis, berbasis data, menggunakan metodologi yang tepat, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Pelatihan ini sekaligus diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak penulis dan peneliti produktif yang mampu mengangkat potensi maupun persoalan lokal Kota Probolinggo.

“Ilmu harus memberikan pencerahan. Penelitian harus menghasilkan solusi. Dan karya ilmiah harus memberikan kontribusi bagi kemajuan peradaban,” pesan Prof. Hasan dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Warga, Ratusan Rumah Rusak

Melawan Hoaks dengan Budaya Literasi

Penguatan budaya akademik dinilai semakin relevan di tengah derasnya arus informasi digital.

Hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi, hingga informasi tanpa sumber yang jelas menjadi tantangan yang tidak bisa dihadapi hanya dengan imbauan.

Halaman:

Editor: Moh Wahyu Hamijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI Kota Probolinggo Dorong Jurnal Jadi Motor Literasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Warga, Ratusan Rumah Rusak

Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB
X