PROBOLINGGO, KabarSatu.id - Membangun masyarakat berkemajuan tak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Pengetahuan, literasi, dan kemampuan berpikir kritis juga menjadi fondasi penting.
Semangat itulah yang diusung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo melalui Launching Jurnal MUI Kota Probolinggo, penandatanganan MoU dengan perguruan tinggi, serta pelatihan penulisan karya ilmiah.
Kegiatan yang digelar Sabtu (15/8/2026) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo tersebut mempertemukan ulama, pemerintah daerah, akademisi, dosen, mahasiswa, dan sejumlah perguruan tinggi.
Agenda ini menjadi langkah MUI Kota Probolinggo membangun ekosistem keilmuan yang tidak hanya berbicara soal kajian keislaman, tetapi juga menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Dalam sambutan Wali Kota Probolinggo yang dibacakan Asisten Perekonomian, Ir. Aries Santoso, M.M., pemerintah daerah mengapresiasi langkah MUI dalam memperkuat tradisi intelektual sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pembangunan fisik dan penguatan intelektual, moral, spiritual, serta kebudayaan.
“Sinergi antara ulama, umara, dan akademisi menjadi sangat penting. Ulama memiliki kekuatan moral dan keagamaan, pemerintah memiliki kewenangan kebijakan dan pelayanan publik, sedangkan perguruan tinggi memiliki kekuatan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi,” ujarnya, dikutip KabarSatu.id, Minggu (16/8).
Ia berharap kerja sama yang telah dibangun tidak berhenti sebatas seremoni penandatanganan MoU. Kolaborasi tersebut harus diterjemahkan menjadi program nyata, mulai penelitian bersama, seminar, diskusi ilmiah, publikasi jurnal, pengembangan pusat kajian hingga pengabdian kepada masyarakat.
Termasuk penyusunan rekomendasi kebijakan yang berbasis hasil penelitian.
Baca Juga: Website Interaktif Limbangan Jadi Jalan Menuju Desa Mandiri
Jurnal MUI Jadi Ruang Menguji Gagasan
Peluncuran Jurnal MUI Kota Probolinggo menjadi salah satu titik penting dalam kegiatan tersebut.
Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Kota Probolinggo, Dr. KH. Hefny Razaq, M.Pd., menegaskan jurnal tidak boleh berhenti sebagai tempat publikasi tulisan.
Lebih dari itu, jurnal diharapkan menjadi ruang untuk menguji gagasan, mendokumentasikan pengetahuan, mengembangkan penelitian, sekaligus menawarkan solusi atas persoalan masyarakat.
“MUI Kota Probolinggo diharapkan mampu menghadirkan kajian keislaman yang ilmiah, objektif, kontekstual, dan solutif,” jelas Ra Hefny.
Kajian tersebut diharapkan mampu menyentuh berbagai sektor, seperti pendidikan, keluarga, ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi digital, literasi media, moderasi beragama, hingga persoalan kemasyarakatan lainnya.
Artikel Terkait
ICCN Dorong Bengkalis Hidupkan Kawasan Sejarah Lewat Kreativitas
ECRL Dikebut, Malaysia Bidik Operasi Desember 2026
Ratusan Pesepeda Ramaikan M112, Malang Unjuk Potensi Wisata