Masyarakat perlu dibiasakan membaca, memeriksa sumber, meneliti, berpikir kritis, dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang kredibel.
Karena itu, sinergi MUI dan perguruan tinggi diharapkan ikut melahirkan masyarakat yang religius sekaligus literat, kritis, terbuka, moderat, dan berkemajuan.
Kolaborasi tersebut juga menegaskan bahwa pembangunan Kota Probolinggo membutuhkan keterlibatan banyak unsur. Pemerintah daerah, ulama, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Dari sinergi itu, ilmu diharapkan menjadi cahaya, penelitian menjadi pijakan kebijakan, kolaborasi menjadi kekuatan, dan kemaslahatan masyarakat menjadi tujuan akhirnya.
MUI Kota Probolinggo pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan gagasan, penelitian, serta kajian keislaman yang berdampak nyata.
Launching jurnal, MoU dengan tujuh perguruan tinggi, dan pelatihan karya ilmiah tersebut diharapkan bukan menjadi akhir sebuah agenda, melainkan awal gerakan intelektual yang lebih besar untuk membawa Kota Probolinggo semakin maju, sejahtera, religius, harmonis, dan berkemajuan.
Artikel Terkait
ICCN Dorong Bengkalis Hidupkan Kawasan Sejarah Lewat Kreativitas
ECRL Dikebut, Malaysia Bidik Operasi Desember 2026
Ratusan Pesepeda Ramaikan M112, Malang Unjuk Potensi Wisata