SELANGOR, KabarSatu.id - Proyek kereta api East Coast Rail Link (ECRL) Malaysia memasuki tahap krusial. Pemerintah setempat kini berupaya mempercepat rangkaian pengujian agar layanan kereta tersebut dapat mulai beroperasi pada Desember 2026, lebih cepat dari target sebelumnya Januari 2027.
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan pemerintah tengah mengkaji percepatan fase pengujian akhir, terutama Fault-Free Run (FFR). Namun, percepatan tersebut dipastikan tidak akan mengurangi aspek keselamatan.
“Jika semuanya berjalan lancar, kami yakin operasional ECRL dapat dimulai paling cepat Desember tahun ini dan bukan awal tahun depan,” kata Loke kepada wartawan, Jumat (14/8).
Pernyataan itu disampaikan setelah peresmian Comprehensive Inspection Train (CIT) sekaligus dimulainya System Integration Testing (SIT) dan FFR di Selangor.
Uji Sistem Jadi Penentu
SIT yang dimulai bulan ini akan menguji keterpaduan berbagai sistem utama perkeretaapian. Mulai dari persinyalan, komunikasi, pasokan listrik hingga sistem kontak atas akan diperiksa untuk memastikan seluruh komponen dapat bekerja secara terpadu.
Setelah itu, FFR akan dilakukan dengan menjalankan kereta tanpa penumpang. Tahap ini menjadi pengujian penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan aman dan andal sebelum kereta membawa masyarakat.
Loke menyebut proses FFR secara normal membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Pemerintah kini mencari cara untuk menyederhanakan proses tersebut karena sebagian pengujian telah dilakukan sebelumnya.
Namun, ada standar yang tetap harus dipenuhi. Setiap rangkaian kereta diwajibkan menempuh pengujian sejauh 8.000 kilometer di bawah pengawasan Agensi Pengangkutan Awam Darat (APAD) sebelum mendapatkan persetujuan untuk operasi komersial.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas. Kami ingin menyederhanakan proses tanpa mengorbankan keselamatan. Kami tidak akan mengambil risiko apa pun,” tegas Loke.
Baca Juga: Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Warga, Ratusan Rumah Rusak
Proyek Sudah 95 Persen Lebih
Hingga Juli 2026, pembangunan ECRL telah mencapai 95,08 persen. Jalur tahap pertama yang menghubungkan Kota Bharu, Kelantan, dengan Gombak, Selangor, ditargetkan rampung pada Desember tahun ini.
Sementara itu, tahap kedua yang menghubungkan Gombak hingga Port Klang ditargetkan selesai pada Desember 2027. Operasi ECRL secara penuh direncanakan dimulai pada Januari 2028.
Di balik pembangunan jalur dan sistem, persiapan sumber daya manusia juga terus digenjot. Perekrutan dan pelatihan staf telah dilakukan sejak sekitar dua tahun lalu, termasuk melalui pelatihan di China.
“Beberapa bulan terakhir ini akan sangat penting untuk memastikan staf sudah berada di posisi masing-masing. Ini sebenarnya adalah uji coba,” ujar Loke.
Baca Juga: DPR Dorong Evakuasi dan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Artikel Terkait
KPA Prihatin Kericuhan di Hari Damai Aceh, Minta Semua Pihak Menahan Diri
Website Interaktif Limbangan Jadi Jalan Menuju Desa Mandiri
ICCN Dorong Bengkalis Hidupkan Kawasan Sejarah Lewat Kreativitas