TOKYO, KabarSatu.id - Putra Mahkota Akishino memilih berhati-hati ketika ditanya soal pandangannya terhadap Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran Jepang yang baru direvisi.
Dilansir KabarSatu.id dari Japan News dan Yomiuri Shimbun, Jumat (14/8), Akishino mengatakan dirinya telah memikirkan serius persoalan tersebut. Namun, ia menilai mengungkap pandangan secara terbuka dapat berkaitan langsung dengan sistem Kekaisaran.
“Saya sendiri sudah banyak memikirkannya, dan saya percaya bahwa apa yang dikatakan Kaisar beberapa hari yang lalu sepenuhnya masuk akal,” ujar Akishino dalam konferensi pers di kediaman Timur Akasaka Estate, Tokyo, Kamis (13/8).
Pernyataan itu disampaikan menjelang keberangkatan Akishino dan Putri Mahkota Kiko untuk kunjungan resmi ke Paraguay.
Baca Juga: Saat Iman, Adat, dan Kebijakan Bersatu Menjaga Hutan Papua
Aturan Baru Ubah Komposisi Keluarga Kekaisaran
Revisi undang-undang yang diberlakukan bulan lalu membuka ketentuan baru bagi keluarga Kekaisaran.
Salah satunya memungkinkan anggota perempuan keluarga Kekaisaran tetap menjadi bagian dari keluarga setelah menikah. Aturan tersebut juga membuka peluang adopsi keturunan laki-laki dari 11 cabang keluarga Kekaisaran sebelumnya.
Kaisar sebelumnya berharap perubahan tersebut mendapat pemahaman dari masyarakat Jepang.
Namun, ketika ditanya apakah pembahasan sistem juga mempertimbangkan kondisi dan keinginan anggota keluarga Kekaisaran, Akishino mengakui bahwa persoalan itu tidak sederhana.
Ia mengingat kembali pernyataannya bahwa anggota perempuan keluarga Kekaisaran merupakan “manusia yang hidup”.
“Saya juga manusia. Jadi, tentu saja, saya memiliki berbagai pemikiran tentang masalah ini,” katanya.
Menurut Akishino, persoalan menjadi lebih kompleks ketika menyangkut bagaimana seorang anggota keluarga Kekaisaran menyampaikan pandangannya, terlebih jika berkaitan dengan aspek hukum.
Baca Juga: RSUD Tapaktuan Kini Layani Pemasangan Ring Jantung BPJS
Masa Depan Sistem Masih Bisa Dibahas
Saat ditanya mengenai kemungkinan perbaikan sistem pada masa mendatang, Akishino tidak memberikan jawaban spesifik.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam memikirkan bagaimana sistem Kekaisaran seharusnya berjalan.
Artikel Terkait
Lontar Sawakong Menemukan Jalan Baru di Era Ekonomi Kreatif
Gempa 7,7 SR Guncang NTT, Pemerintah Utamakan Evakuasi Warga
LHA SH Terate Bantah Narasi “Runtuh Total” Usai Perkara 217 Inkracht