TOKYO, KabarSatu.id - Jepang kembali menundukkan kepala. Sebanyak lebih dari 4.000 orang berkumpul di Budokan Hall, Tokyo, Sabtu (16/8), untuk mengenang 81 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Upacara Peringatan Nasional untuk Para Korban Perang itu dihadiri Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako.
Mereka bersama keluarga korban dan masyarakat Jepang mengheningkan cipta untuk sekitar 3,1 juta orang yang meninggal dalam perang.
Tanggal 15 Agustus 1945 menjadi titik penting dalam sejarah Jepang.
Pada hari itu, rakyat Jepang secara resmi mengetahui keputusan negaranya untuk menyerah dalam Perang Dunia II.
Kaisar: Jangan Biarkan Perang Terulang
Dalam pidatonya, Kaisar Naruhito mengajak masyarakat Jepang menjaga ingatan tentang penderitaan akibat perang, sekaligus menjadikannya pijakan untuk membangun masa depan yang damai.
Ia juga menyampaikan penyesalan mendalam ketika melihat kembali perjalanan Jepang pada masa pascaperang.
Kaisar berharap kehancuran dan penderitaan akibat perang tidak kembali terjadi.
Ia turut memberikan penghormatan kepada mereka yang gugur, baik di medan perang maupun di luar medan perang.
“Bersama seluruh rakyat, saya menyampaikan penghormatan yang tulus bagi mereka yang gugur,” ujar Naruhito dikutip KabarSatu.id melalui portal berita Japan today, Senin (18/8).
Ia juga mendoakan perdamaian dunia serta pembangunan berkelanjutan bagi Jepang.
Baca Juga: Mendagri Dorong Percepatan Pemulihan Layanan Dasar dan Pendataan Pascagempa NTT
Takaichi Soroti Jasad yang Belum Dipulangkan
Sementara Perdana Menteri Takaichi Sanae dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa kemakmuran Jepang saat ini dibangun di atas pengorbanan generasi sebelumnya.
Menurutnya, pengorbanan dan penderitaan tersebut tidak boleh hilang dari ingatan bangsa.
Takaichi juga menyoroti persoalan jasad korban perang yang hingga kini belum dipulangkan.
Artikel Terkait
Kenang Jasa Pahlawan, Pangdam IV/Diponegoro Pimpin AKRS di TMP Giri Tunggal