Saat kemarau, lahan dimanfaatkan untuk menanam jagung, kacang tanah, tembakau, dan melon.
Hama tikus juga menjadi persoalan yang dapat menekan hasil produksi pertanian.
Sementara itu, potensi UMKM desa terlihat dari produksi rengginang, wayang kulit, dan batik tulis.
Kendati demikian, pemasaran masih perlu diperluas karena sebagian pelaku usaha menjalankan produksi berdasarkan pesanan.
Pendampingan juga diberikan untuk meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Ardhian Amadeo, Mengukur Risiko Mesin demi PSEL Tangguh
Dari hasil identifikasi, terdapat delapan balita yang berisiko stunting dan tiga baduta yang mengalami stunting.
Selain itu, terdapat empat warga dengan gangguan kesehatan jiwa yang pernah menjalani perawatan di RSJD dr. Arif Zainudin.
Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui edukasi kesehatan jiwa, pelatihan budidaya kambing, bantuan peralatan, serta fasilitasi penyusunan proposal KUBE dan akses program CSR.
Kepala Desa Minggarharjo Tri Wiyono mengatakan, kehadiran program tersebut memberikan tambahan dukungan bagi pemerintah desa.
Baca Juga: Hari Gajah Sedunia, Semarang Zoo Titip Pesan Lewat Zella
Sejumlah persoalan masyarakat memang membutuhkan sumber daya yang lebih besar daripada kemampuan anggaran desa.
Ia berharap program pendampingan tidak berhenti setelah bantuan diberikan.
“Harapannya mudah-mudahan tetap masih berlanjut sampai warganya betul-betul sejahtera,” ujar Tri Wiyono.
Menurutnya, keberlanjutan program masih dibutuhkan untuk mengatasi persoalan ekonomi yang belum selesai.
Artikel Terkait
Tak Biasa, 6 Rescuer Bentangkan Bendera 250 Meter Persegi di Tebing Djaro
Pertalite Tak Dibatasi untuk Motor, Mobil Jadi Sasaran
UNNES Mulai Bangun GOR Bulu Tangkis dan Fasilitas Kampus