Jumat, 21 Agustus 2026

Pemprov Jateng Perkuat Ekonomi Warga Minggarharjo Lewat Program Desa Dampingan

Photo Author
Mualim Ks, KabarSatu.id
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:26 WIB
Taj Yasin menghadiri pelaksanaan program Desa Dampingan yang digagas RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta di Desa Minggarharjo. (Kabarsatu.id / Foto: Humas Jateng )
Taj Yasin menghadiri pelaksanaan program Desa Dampingan yang digagas RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta di Desa Minggarharjo. (Kabarsatu.id / Foto: Humas Jateng )

Data BPS terbaru menunjukkan persentase kemiskinan Jawa Tengah turun dari 9,39 persen menjadi 9,21 persen. Sementara itu, angka kemiskinan di Wonogiri masih mencapai 9,59 persen.

Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah melakukan pemetaan lebih detail hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Dari Wonogiri ini kita petakan lagi kecamatannya. Kecamatan yang masih di atas data Kabupaten Wonogiri mana? Nah, kebetulan di Kecamatan Eromoko ini masih di atas Wonogiri. Sehingga perlu diintervensi,” kata Taj Yasin.

Ia menekankan bahwa bantuan yang berkaitan dengan ekonomi harus mampu menghasilkan manfaat berkelanjutan.

Baca Juga: Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Tembalang Semarang, 15 Paket Narkoba Disita

Kelompok penerima tidak hanya diharapkan menggunakan bantuan, tetapi juga mengembangkannya menjadi usaha yang memberikan pemasukan.

“Tujuan kita memberikan bantuan kelompok-kelompok usaha bersama ini supaya menjadi income (pendapatan),” ujarnya.

Pemprov Jateng juga akan memantau perkembangan program.

Jika usaha yang dibangun masyarakat dapat tumbuh dan dikelola secara baik, pola pemberdayaan tersebut dapat dikembangkan ke kelompok lain.

Direktur RSJD dr. Arif Zainudin Setyowati Raharjo menjelaskan, proses pendampingan di Minggarharjo telah berlangsung sejak Januari 2026. Sebelum bantuan diberikan, tim melakukan survei untuk mengetahui kondisi masyarakat serta potensi yang bisa dikembangkan.

Baca Juga: Brebes Bidik Zero Kematian Ibu dan Anak, Pengawasan Kehamilan Risiko Tinggi Diperketat

Hasil pemetaan menunjukkan pertanian dan peternakan menjadi sektor yang cukup menonjol. Warga memelihara sapi, kambing, serta ayam.

Namun, pengelolaan pakan masih dilakukan dengan cara tradisional.

Untuk membantu peternak, RSJD dr. Arif Zainudin memberikan tiga unit alat pencacah. Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengolah rumput sebagai pakan dan kotoran ternak menjadi kompos.

Pada sektor pertanian, ketergantungan terhadap air hujan masih menjadi kendala. Petani umumnya hanya mengandalkan satu kali panen utama dalam setahun.

Halaman:

Editor: Mualim Ks

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI Kota Probolinggo Dorong Jurnal Jadi Motor Literasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Warga, Ratusan Rumah Rusak

Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB
X