Dari hasil penjurian, tim CONTINUE#404 dari SMA Negeri 1 Demak menjadi juara pertama. Karya mereka mengangkat tema “Anti Balap Liar” dan diperkuat Rajwa Rafie Naufalandri, Azka Aulia F, serta Hayyik Nur Fitra.
Juara kedua diraih tim KICAU SMANDA dari SMA Negeri 2 Demak dengan karya bertema “Anti Tawuran”. Tim tersebut beranggotakan Farchan Tata Buwana, M. Habiburrahman Abrisam Afham, dan Lutfi Aditya Putra.
Sedangkan posisi ketiga ditempati tim SUDIRA dari SMAN 1 Dempet yang mengangkat tema “Anti Pergaulan Bebas”. Anggotanya adalah Muhammad Nurseto Sugiharto, Karina Kartikasari, dan Tya Ristyana.
Untuk juara harapan pertama diraih tim KRIUKK dari SMK Garuda Nusantara Karangawen Demak dengan tema “Anti Tawuran”.
Juara harapan kedua ditempati tim TRIEL dari SMK NU Raudlatul Ulum dengan tema “Anti Judi”.
Baca Juga: Ardhian Amadeo, Mengukur Risiko Mesin demi PSEL Tangguh
Sementara itu, tim MANU DEMAK IDOLAKU #1 dari MA NU Demak meraih juara harapan ketiga melalui karya bertema “Anti Hoaks”.
Penghargaan diberikan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kepedulian pelajar terhadap isu sosial serta keamanan di lingkungan mereka.
Kapolres Demak berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang perlombaan.
Kemampuan menggunakan AI secara positif diharapkan terus dimanfaatkan untuk kegiatan belajar, berkarya, berwirausaha maupun aktivitas sosial.
Ia juga mendorong pelajar Demak menjadi generasi yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menciptakan perubahan positif.
“Pelajar Demak harus mampu menguasai ruang digital dan memiliki keberanian untuk mengarahkan teknologi kepada hal-hal yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Samel.
Artikel Terkait
Pertalite Tak Dibatasi untuk Motor, Mobil Jadi Sasaran
UNNES Mulai Bangun GOR Bulu Tangkis dan Fasilitas Kampus
Pemprov Jateng Perkuat Ekonomi Warga Minggarharjo Lewat Program Desa Dampingan