Dedi menegaskan, persepsi masyarakat terhadap kinerja pejabat bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi.
“Jadi, memang kondisi masyarakat saya kira selalu dinamis dalam memberikan penilaian,” katanya.
Baca Juga: Bali Menuju Pusat Finansial, SDM Lokal Harus Jadi Pemain
Survei Libatkan 1.200 Responden
Survei IPO tersebut menggunakan teknik stratified multistage random sampling (SMRS).
Penelitian melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,90 persen pada tingkat akurasi 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Hasil survei tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tingkat penerimaan publik terhadap pejabat Kabinet Merah Putih tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja yang dirasakan masyarakat, tetapi juga seberapa dikenal sosok tersebut di ruang publik.
Artikel Terkait
MBG di Papua Terkendala Bahan Pangan, Ikan Laut Diminta Masuk Menu
KSPSI dan UT Buka Jalan Buruh Raih Gelar Sarjana
Musim Kemarau, Polres Demak Siapkan Langkah Cepat Cegah Karhutla