KOTA SEMARANG, kabarsatu.id - Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Irwan Leokita, meminta Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memperketat pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar yang melintasi Jalan Abdulrahman Saleh dan Jalan Untung Suropati.
Pasalnya, tingginya intensitas kendaraan berat di dua ruas jalan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan infrastruktur.
Irwan mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Jalan Abdulrahman Saleh setiap hari dilalui kendaraan angkutan material yang menuju maupun keluar dari kawasan galian di wilayah Kalipancur. Kondisi itu dinilai mempercepat kerusakan badan jalan.
"Dari hasil pantauan di lapangan, kami melihat salah satu penyebab utama kerusakan Jalan Abdulrahman Saleh adalah tingginya intensitas kendaraan angkutan material yang setiap hari melintas. Jalan ini menjadi akses utama menuju dan dari kawasan galian di wilayah Kalipancur," ujar Irwan Leokita, Kamis (23/7).
Selain angkutan material, Komisi C DPRD Kota Semarang juga menemukan banyak kendaraan berat dari Kawasan Industri Candi (KIC) yang menggunakan pintu belakang di Jalan Untung Suropati sebagai akses keluar-masuk. Menurut Irwan, jalur tersebut bukan merupakan rute yang semestinya digunakan kendaraan angkutan barang.
"Persoalannya tidak berhenti di situ. Kami juga menemukan banyak kendaraan berat dari Kawasan Industri Candi yang keluar melalui pintu belakang di Jalan Untung Suropati. Padahal, akses keluar-masuk angkutan barang semestinya menggunakan pintu utama yang mengarah ke Jalan Gatot Subroto atau kawasan Ayam Suharti," tegasnya.
Ia menilai penggunaan jalur alternatif oleh kendaraan bertonase besar berpotensi mempercepat kerusakan jalan karena ruas tersebut tidak dirancang untuk menerima beban kendaraan berat secara terus-menerus.
Menurut Irwan, apabila kondisi itu dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan pada penurunan kualitas infrastruktur, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat yang setiap hari melintas.
"Jika kendaraan berat terus diarahkan melewati jalur yang bukan peruntukannya, maka kerusakan jalan akan semakin cepat terjadi. Yang paling dirugikan tentu masyarakat. Selain jalan cepat rusak, keberadaan truk-truk besar di jalur tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda motor maupun kendaraan pribadi yang setiap hari melintas," ungkapnya.
Ia menambahkan, kerusakan jalan kini tidak hanya terjadi di Jalan Abdulrahman Saleh, tetapi juga mulai merembet ke Jalan Untung Suropati yang menjadi lintasan kendaraan berat dari kawasan industri.
Atas kondisi tersebut, Irwan meminta Dinas Perhubungan Kota Semarang meningkatkan pengawasan secara berkala, khususnya di pintu belakang Kawasan Industri Candi.
Termasuk, lanjut Irwan, pengelola kawasan industri juga perlu diingatkan agar seluruh kendaraan angkutan barang menggunakan akses utama yang telah ditetapkan.
"Diharapkan instansi terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan, dapat secara berkala melakukan survei lapangan di pintu keluar belakang Kawasan Industri Candi serta memberikan teguran kepada pengelola kawasan agar akses keluar-masuk kendaraan berat diarahkan melalui pintu utama," katanya.
Legislator Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu berharap langkah pengawasan dapat segera direalisasikan agar kualitas infrastruktur jalan tetap terjaga, keselamatan pengguna jalan meningkat, serta operasional kendaraan angkutan barang berjalan sesuai dengan jalur yang telah ditentukan.
Artikel Terkait
Ahmad Luthfi Dorong Industri AMDK Berkelanjutan, Konservasi Air Jadi Prioritas