Sejumlah program yang dikembangkan antara lain Desa Mandiri Energi, pompa air tenaga surya untuk irigasi, pemanfaatan limbah peternakan menjadi biogas, serta Eco Pesantren berbasis PLTS dan biogas.
Taj Yasin berharap pengembangan EBT tidak hanya berorientasi pada peningkatan pasokan energi.
Sektor tersebut juga diharapkan mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyoroti tantangan ketahanan energi Indonesia yang masih menghadapi ketergantungan terhadap energi impor.
Padahal, Indonesia memiliki berbagai sumber energi yang berpotensi dikembangkan.
Baca Juga: Dugaan Penistaan di Sounds Project, Wamenag Buka Suara
Eddy mendorong percepatan pemanfaatan energi terbarukan yang tersedia di dalam negeri, termasuk tenaga surya, angin, air, dan panas bumi.
“Kita tingkatkan sumber energi terbarukan supaya kita punya pembangunan berkelanjutan, tidak merusak lingkungan seperti yang disampaikan Pak Wagub,” kata Eddy.
Menurutnya, optimalisasi sumber energi terbarukan di berbagai wilayah dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor.
Pengembangan EBT secara konsisten diharapkan mampu memperkuat kemandirian sekaligus ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
Amelia Anggraini Soroti Kasus Kebakaran Diskominfo Kukar
Pesantren Obah Buka Jalan Santri Jateng Kuliah ke Cina hingga Mesir
Enggar Dorong Lumiland Perluas Festival Lampu ke Sumatera