SAMARINDA | KabarSatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi memperkuat sinergi pembangunan melalui penandatanganan 19 dokumen kerja sama lintas sektor.
Kolaborasi tersebut diperkirakan memiliki potensi ekonomi mencapai sekitar Rp20,2 triliun dan diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Kesepakatan yang ditandatangani di Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kamis (6/8/2026), melibatkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud.
Selain penandatanganan nota kesepahaman, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, asosiasi, hingga pemerintah kabupaten dan kota dari kedua provinsi turut menyepakati kerja sama teknis.
Baca Juga: Porprov Jateng 2026 On Track, KONI Pastikan Seluruh Persiapan Sesuai Jadwal
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan, nilai ekonomi yang diproyeksikan berasal dari berbagai peluang kerja sama di sektor perdagangan, pangan, industri, jasa keuangan, ekonomi kreatif, hingga dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Nilai tersebut merupakan akumulasi potensi aktivitas ekonomi, bukan investasi maupun transaksi yang dilakukan sekaligus.
Menurut Luthfi, kolaborasi antardaerah menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
"Kerja sama yang telah disepakati harus segera diwujudkan dalam bentuk program nyata agar mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Pada sektor pangan, Jawa Tengah diproyeksikan memasok berbagai kebutuhan pokok ke Kalimantan Timur, di antaranya telur, daging ayam, bawang merah, dan beras, dengan estimasi nilai transaksi sekitar Rp237,75 miliar.
Selain itu, kedua provinsi juga menjalin kemitraan di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp2,1 triliun setiap tahun.
Kerja sama di bidang industri dan perdagangan diperkirakan menghasilkan potensi sekitar Rp36 miliar per tahun.
Sementara sektor kelautan dan perikanan diproyeksikan memberikan nilai ekonomi sekitar Rp2,238 miliar setiap tahun melalui penguatan perdagangan dan rantai pasok.
Sinergi juga mencakup pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan estimasi transaksi langsung mencapai Rp21 miliar per tahun.
Artikel Terkait
Porprov Jateng 2026 On Track, KONI Pastikan Seluruh Persiapan Sesuai Jadwal
Polisi Dalami Dugaan Pencurian dengan Kekerasan di Counter HP Royal Phone Ambarawa
Pemkot Semarang Kasasi Sengketa Direksi PDAM, Tegaskan Hormati Putusan Hukum