“Keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah lulusan, tetapi dari kemampuan mereka untuk berkontribusi secara optimal dalam memperkuat fondasi pertumbuhan perekonomian nasional,” tegas Lestari.
Baca Juga: PAD Kebumen Tembus Rp330,7 Miliar hingga Juli 2026
Pendidikan dan Dunia Kerja Tak Boleh Berjalan Sendiri
Menurut Lestari, penataan sistem pendidikan membutuhkan sinergi kolektif antara pemerintah, lembaga pendidikan dan dunia usaha.
Kurikulum, kompetensi yang diajarkan, kebutuhan industri hingga arah perkembangan ekonomi perlu dibaca dalam satu peta yang sama.
Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga lulusan yang mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya secara nyata.
Termasuk persoalan 8,01 juta sarjana yang bekerja di bawah kualifikasinya menjadi sinyal bahwa pembenahan tersebut tidak bisa lagi ditunda.