Gubernur Minta Seluruh Daerah Petakan Sekolah Berisiko
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan agar proses perbaikan sekolah yang terdampak dipercepat sekaligus meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota segera memetakan sekolah-sekolah yang memiliki potensi kerawanan akibat cuaca ekstrem maupun faktor lingkungan lainnya.
Saat ini terdapat dua sekolah yang menjadi fokus penanganan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni SD Ketanggirejo di Kabupaten Grobogan dan SDN 03 Sendangmulyo di Kota Semarang.
Sebagai langkah tanggap darurat, masing-masing sekolah telah menerima bantuan awal sebesar Rp50 juta untuk mempercepat proses penanganan.
Ketika meninjau SDN 03 Sendangmulyo pada Rabu (29/7/2026), Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa mekanisme perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekolah.
Khusus untuk SD Ketanggirejo di Grobogan, pembangunan akan dilakukan secara menyeluruh melalui program revitalisasi setelah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.
"Untuk sekolah di Grobogan akan dibangun secara penuh melalui program revitalisasi setelah koordinasi dengan kementerian," ujar Ahmad Luthfi melalui keterangan resminya di laman PPID Jateng.
Peristiwa di SDN Sendangmulyo 3 menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di lingkungan pendidikan.
Di tengah perubahan iklim yang memicu cuaca semakin ekstrem, keselamatan sekolah tidak lagi hanya bergantung pada kualitas bangunan, tetapi juga pada kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam mengenali, melaporkan, dan menangani potensi bahaya sejak dini sebelum berubah menjadi musibah.
Artikel Terkait
Kejari Salatiga Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan Gratis, Ratusan Warga Serbu Halaman Kantor
Gubernur Luthfi Instruksikan Pemetaan Sekolah Rawan Rusak, Dua SD di Jateng Segera Direvitalisasi
BI Gandeng Media Belajar ke Bali, Siapkan Promosi Pariwisata Berkelanjutan Jawa Tengah yang Lebih Kuat