Jumat, 21 Agustus 2026

Pohon Tumbang Timpa SDN Sendangmulyo, DPRD Dorong Mitigasi Risiko di Seluruh Sekolah

Photo Author
Moh Wahyu Hamijaya, KabarSatu.id
- Jumat, 31 Juli 2026 | 00:59 WIB
Pohon Tumbang Timpa SDN Sendangmulyo, DPRD Dorong Mitigasi Risiko di Seluruh Sekolah. (kabarsatu.id/ wahyu hamijaya)
Pohon Tumbang Timpa SDN Sendangmulyo, DPRD Dorong Mitigasi Risiko di Seluruh Sekolah. (kabarsatu.id/ wahyu hamijaya)

KOTA SEMARANG, kabarsatu.id - Peristiwa pohon tumbang yang menimpa ruang kelas SDN Sendangmulyo 3, Kota Semarang, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung menjadi pengingat bahwa keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama di lingkungan sekolah.

Di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, langkah mitigasi dinilai tidak lagi cukup dilakukan setelah bencana terjadi, melainkan harus dimulai sejak potensi risiko terdeteksi.

Musibah tersebut kini telah mendapat penanganan intensif. Bahkan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau kondisi sekolah dan memastikan proses pemulihan segera dilakukan agar aktivitas belajar dapat kembali normal.

Menanggapi kejadian itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang dari Fraksi Golkar, Anang Budi Utomo, menilai cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan.

Namun demikian, menurutnya, upaya pencegahan perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali menimpa sekolah lain.

"Tentu ini juga perlu mendapat perhatian di lingkungan sekolah. Kepala sekolah, guru dan semua pihak harus mulai peduli terhadap risiko-risiko yang hampir sama untuk segera melapor ke dinas," ujar Anang saat ditemui kabarsatu.id di ruang kerjanya, Kamis (30/7).

BACA JUGA

Ia menegaskan, pengawasan rutin terhadap kondisi lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan pendidikan. Pohon-pohon tua, bangunan yang mulai rapuh, hingga potensi bahaya lain perlu dipetakan secara berkala agar tidak berubah menjadi ancaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Menurut Anang, perencanaan yang matang dan pengawasan dari seluruh struktur satuan pendidikan menjadi kunci dalam menekan risiko bencana di lingkungan sekolah.

"Ke depan perlu pengawasan hingga perencanaan yang lebih masif, baik dari lingkungan sekolah maupun dinas terkait dalam penanganan mitigasi," tegasnya.

Tidak hanya mengandalkan respons saat bencana terjadi, ia juga mendorong adanya budaya pelaporan dini. Sekolah diharapkan aktif menyampaikan setiap potensi bahaya kepada pemerintah sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat sebelum menimbulkan korban maupun kerusakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, memastikan proses perbaikan ruang kelas yang terdampak telah berjalan sesuai rencana.

"Perbaikan ruang kelas SD Sendangmulyo 3 yang tertimpa pohon sudah mendapat penanganan. Posisinya segera diperbaiki agar ruang kelas dapat segera digunakan kembali," jelasnya.

Ahsan menegaskan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan berkomitmen menyelesaikan seluruh proses perbaikan dalam waktu secepat mungkin.

"Perbaikan dilakukan secepatnya nih," singkatnya saat dihubungi kabarsatu.id, Kamis (30/7).

Halaman:

Editor: Haryanto Mega

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI Kota Probolinggo Dorong Jurnal Jadi Motor Literasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Warga, Ratusan Rumah Rusak

Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB
X