Jumat, 21 Agustus 2026

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Warga Purwogondo II Semarang Jaga Guyub dan Rukun Warga

Photo Author
N. Rochman, KabarSatu.id
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:47 WIB
Tasyakuran HUT ke-81 RI, Warga Purwogondo II Semarang Jaga Guyub dan Rukun Warga. (KabarSatu.id/ foto: N. Rochman)
Tasyakuran HUT ke-81 RI, Warga Purwogondo II Semarang Jaga Guyub dan Rukun Warga. (KabarSatu.id/ foto: N. Rochman)

"Kalau kita sering bertemu, saling menyapa dan bekerja bersama, insyaallah rasa persaudaraan akan semakin kuat. Kampung yang baik bukan hanya kampung yang bersih, tetapi kampung yang warganya guyub, rukun dan saling peduli," katanya.

Hendro juga menyampaikan pesan dari pihak kelurahan mengenai penggunaan warna merah putih dalam pengecatan jalan lingkungan. Ia mengingatkan warga agar tidak mengecat permukaan jalan dengan warna merah putih secara sembarangan karena warna tersebut merupakan simbol bendera kebangsaan Indonesia.

"Ini juga menjadi perhatian dari kelurahan. Kalau melakukan pengecatan jalan, jangan menggunakan warna merah putih sebagai warna jalan. Merah putih adalah simbol bendera kebangsaan kita, sehingga penggunaannya harus tetap kita hormati," jelasnya.

Di sisi lain, Hendro mengapresiasi pelaksanaan tasyakuran RT 02 yang menurutnya tahun ini terlihat lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menilai penggunaan tenda bernuansa merah putih, backdrop atau MMT, serta berbagai perlengkapan kegiatan membuat suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI semakin semarak.

"Kalau saya lihat, acara tasyakuran RT 02 tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang sudah ada tenda bernuansa merah putih, MMT yang bagus dan perlengkapan kegiatan yang semakin baik. Ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama," ungkapnya.

Menurut Hendro, peningkatan kegiatan lingkungan tersebut salah satunya terbantu oleh adanya Bantuan Operasional (BOP) sebesar Rp25 juta per RT per tahun yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.

"Saya juga berharap BOP Rp25 juta ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan seluruh warga. Karena ini merupakan uang untuk kepentingan masyarakat, maka pengelolaannya harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Hendro meminta seluruh ketua RT di lingkungan RW 05 untuk mengedepankan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran operasional tersebut.

"Jangan hanya RT 02, tetapi seluruh RT di lingkungan RW 05 saya harapkan sama-sama terbuka dalam pengelolaan anggaran. Apa yang direncanakan, apa yang dilaksanakan, dan bagaimana manfaatnya untuk warga harus bisa dikomunikasikan dengan baik," katanya.

Ia juga berharap semangat berkumpul tidak berhenti pada kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan.

"Terima kasih atas undangannya. Saya berharap bukan hanya ketika ada acara seperti ini warga mau berkumpul. Ketika ada rapat atau pertemuan warga juga harus kompak hadir. Bahkan bulan depan saya akan datang dan melihat langsung pertemuan warga RT 02. Saya ingin memastikan komunikasi dan kebersamaan antarwarga tetap berjalan," ujarnya.

Hendro pun menyampaikan apresiasi kepada Ketua RT 02 Tomi Setiawan yang telah mengundangnya dalam kegiatan tersebut.

"Semoga warga RT 02 semakin guyub, semakin rukun dan semakin kompak. Mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama," tuturnya.

Halaman:

Editor: Moh Wahyu Hamijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Air PDAM di Semarang Terganggu, Warga Perlu Siaga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Grobogan Perkuat BUMD, Ekonomi Lokal Jadi Sasaran

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:26 WIB

HUT ke-81 RI di Demak, Kemerdekaan Diisi Kerja Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:20 WIB
X