Ia berharap program pengabdian yang dijalankan mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat selama masa KKN, tetapi meninggalkan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Semoga mahasiswa dapat benar-benar meninggalkan manfaat nyata serta kenangan yang baik bagi masyarakat Desa Payung,” ujar Dr. Agus pada kesempatan yang sama.
Antusiasme warga membuat kegiatan berlangsung meriah, tertib, dan lancar. Bagi masyarakat Desa Payung, kehadiran layanan kesehatan gratis menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus pengabdian perguruan tinggi di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Bagi mahasiswa KKN Unwahas, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menerjemahkan ilmu dan kepedulian sosial menjadi aksi yang langsung dirasakan warga.
Artikel Terkait
Akishino Pilih Bungkam soal UU Kekaisaran yang Baru Direvisi
TNI Kerahkan Hercules dan KRI, Gempa NTT Telan 14 Korban
BAZNAS Semarang Meriahkan HUT RI dengan Jalan Sehat