KOTA SEMARANG, KabarSatu.id - Penguatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak cukup hanya dengan memperbarui materi pembelajaran. Cara guru mengorganisasikan pembelajaran, mengembangkan potensi anak, hingga membangun lingkungan sekolah yang sehat juga menjadi bagian penting.
Hal itu menjadi fokus Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang melalui kegiatan bertema Implementasi dan Penguatan Pengembangan Kurikulum pada Pengorganisasian Model Pembelajaran PAUD Tahun 2026, yang digelar di Wisma P4G UPGRIS Semarang, Senin-Rabu (10-12 Agustus 2026).
Kegiatan tersebut diikuti unsur yayasan, kepala sekolah, serta guru PAUD formal dan nonformal se-Kota Semarang.
Disdik Kota Semarang juga menghadirkan sejumlah narasumber untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai kebijakan dan implementasi kurikulum PAUD.
Di antaranya Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Dr. Widodo BS., M.Sn., Putut, S.Kom., MT., serta Abimanyu, M.Kom., dari BBPMP Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Muhammad Ahsan, S.Ag., M.Kom., dalam pembukaan kegiatan menekankan bahwa pengembangan kurikulum harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pendidik.
Menurut Ahsan, guru PAUD memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan anak. Karena itu, penguatan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) harus diterjemahkan menjadi praktik pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan dan karakteristik anak usia dini.
“Penguatan kurikulum harus diikuti dengan peningkatan kualitas guru. Guru PAUD harus terus mengembangkan kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak,” ujar Ahsan.
Ia menegaskan, pembelajaran PAUD tidak semestinya hanya berorientasi pada capaian akademik. Lingkungan belajar perlu memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, bermain, bereksplorasi, berinteraksi, sekaligus membangun kebiasaan positif sejak dini.
“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan anak dalam belajar, tetapi juga karakter, kesehatan, kemandirian, dan berbagai kecakapan yang menjadi bekal mereka pada jenjang berikutnya,” katanya.
Baca Juga: Jaga Kepercayaan Publik, Polisi Demak Diminta Tinggalkan Judol dan Narkoba
Kurikulum Tak Berhenti di Dokumen
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan materi mengenai kebijakan kurikulum, tetapi juga diarahkan memahami bagaimana kurikulum diorganisasikan ke dalam model pembelajaran PAUD.
Sejumlah materi internal Disdik Kota Semarang disampaikan Kepala Bidang PAUD PNF, Dra. Ratih Herawati, MM.; Subkoordinator Kurikulum dan Penilaian PAUD PNF, Rifki Nugroho, S.Pd., M.Kom.; serta Kasi Sarpras dan Kelembagaan PAUD PNF, Abdul Kholik, S.Pd., M.Pd.
Materi yang diberikan mencakup kebijakan dan implementasi pengembangan kurikulum, pengorganisasian model pembelajaran, hingga penguatan aspek pendukung penyelenggaraan PAUD.
Bagi Disdik, keberadaan kurikulum bukan sekadar dokumen administratif. KSP harus mampu menjadi pijakan bagi satuan pendidikan dalam merancang pembelajaran yang konkret, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan anak.
Artikel Terkait
Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Tak Sekadar Cetak Lulusan
Semangat Kemerdekaan Membara, 900 Pelajar Tengaran Adu Kreasi Tari Keprajuritan