KOTA SEMARANG, kabarsatu.id - Dinas Pendidikan Kota Semarang terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan kesetaraan melalui penguatan kompetensi berbasis vokasional. Langkah ini dilakukan agar lulusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan kerja, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Penguatan Kompetensi Pendidikan Kesetaraan Berbasis Vokasional Marketplace yang digelar di Ruang Kelas IX Gedung PKBM Eagle School Semarang, Selasa (7/7). Kegiatan ini diikuti para tutor dan pengelola PKBM se-Kota Semarang.
Berbagai materi disampaikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari kebijakan penguatan pendidikan kesetaraan berbasis vokasional, kewirausahaan, digital marketing di era Artificial Intelligence (AI), strategi penjualan melalui marketplace, hingga peningkatan kompetensi soft skill.
Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan, Subkoordinator Penilaian Kurikulum PAUD dan PNF Rifki Nugroho, Haikal Bustami dari PKBM Alfatihah Kota Semarang, serta Ketua PKBM Eagle School Semarang Dedie Mulyanto.
Kebutuhan Dunia Kerja
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan harus mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis. Menurutnya, pembelajaran berbasis vokasional menjadi strategi penting agar lulusan PKBM memiliki kompetensi yang dapat langsung diterapkan di dunia usaha maupun industri.
"Pendidikan kesetaraan tidak lagi cukup hanya memberikan ijazah. Yang jauh lebih penting adalah membekali peserta didik dengan keterampilan vokasional, karakter kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kami ingin lulusan PKBM memiliki daya saing, mampu menciptakan peluang usaha, maupun siap memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan," ujar Ahsan.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital, termasuk marketplace dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran agar peserta didik siap menghadapi tantangan ekonomi digital.
"Pemerintah Kota Semarang terus mendorong seluruh PKBM untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif, relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendidikan," tambahnya.
"Melalui program ini kami ingin membimbing para tutor agar mampu mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan. Peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki soft skill seperti komunikasi, disiplin, kerja sama, dan etos kerja, serta hard skill yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Harapannya, setelah lulus Program Paket C mereka benar-benar siap bekerja ataupun membangun usaha secara mandiri," jelasnya.
Sebagai tuan rumah, Ketua PKBM Eagle School Semarang, Dedie Mulyanto, mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Semarang yang terus memberikan ruang peningkatan kapasitas bagi para tutor melalui pelatihan berbasis vokasi.
Menurutnya, pendidikan kesetaraan harus mampu memberikan nilai tambah melalui keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan marketplace sebagai sarana membangun usaha.
"Pendidikan kesetaraan tidak hanya berfokus pada ijazah, tetapi juga harus membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. Marketplace menjadi salah satu peluang nyata bagi peserta didik untuk belajar berwirausaha, membangun usaha dari nol, serta memanfaatkan teknologi digital,"* ungkap Dedie.
Ia menjelaskan, PKBM Eagle School telah menerapkan pembelajaran berbasis vokasi dan kewirausahaan dalam proses belajar mengajar. Kesempatan menjadi tuan rumah sosialisasi selama tiga hari juga dimanfaatkan untuk berbagi praktik baik kepada para tutor PKBM se-Kota Semarang.
"Kami bersyukur mendapat kesempatan berbagi pengalaman kepada rekan-rekan tutor. Semoga praktik baik yang telah kami lakukan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan kesetaraan di Kota Semarang," katanya.
Artikel Terkait
Satresnarkoba Polres Magelang Kota Ungkap Kasus Tembakau Sintetis, Seorang Kurir Menyerahkan Diri