Kemkomdigi memastikan akan terus memperkuat pengawasan terhadap konten digital yang berpotensi membahayakan anak dan memastikan setiap platform digital menjalankan kewajiban moderasi secara bertanggung jawab.
"Perlindungan anak di ruang digital merupakan prioritas pemerintah yang membutuhkan komitmen bersama dari platform digital, kreator konten, orang tua, dan seluruh masyarakat," tutupnya.
Bukan Tanpa Batas
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berkreasi di media sosial bukan berarti tanpa batas. Di tengah persaingan mengejar penonton, pelanggan, dan pendapatan, sebagian konten kreator dinilai mulai mengabaikan etika demi meraih perhatian publik.
Melibatkan anak dalam promosi produk yang memiliki risiko kesehatan bukan sekadar persoalan pelanggaran aturan platform, melainkan menyentuh aspek moral, perlindungan anak, dan tanggung jawab sosial. Popularitas tidak boleh dibangun dengan mengorbankan hak anak untuk tumbuh di lingkungan digital yang aman.
Momentum ini juga menjadi ujian bagi platform digital. Moderasi konten tidak cukup dilakukan setelah sebuah video viral, tetapi harus mampu mencegah konten bermasalah sejak awal melalui sistem deteksi yang efektif dan penegakan kebijakan yang konsisten.
Ruang digital yang sehat hanya dapat terwujud apabila pemerintah, platform, kreator konten, orang tua, dan masyarakat sama-sama menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas di dunia digital.