Tahap lanjutan akan dipersiapkan dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Luthfi menyebut kondisi di wilayah terdampak masih dinamis sehingga kebutuhan bantuan akan terus dievaluasi.
Ia juga menyampaikan rasa duka kepada masyarakat NTT yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana.
Ribuan Paket Logistik Dikirim
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, tim yang diberangkatkan memiliki tugas berbeda.
Baca Juga: Tiga Pelajar Diamankan Polsek Wonosobo Terkait Dugaan Jambret iPhone dan Uang Rp700 Ribu
Mereka dibagi dalam unsur pencarian dan pertolongan atau Urban Search and Rescue (SAR), logistik, serta kesehatan.
Untuk kebutuhan pangan, bantuan yang dikirim antara lain empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, sembako, dan obat-obatan. Jumlahnya mencapai 3.795 paket.
Selain pangan, terdapat 1.115 paket kebutuhan sandang dan keluarga.
Bantuan tersebut mencakup matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, serta popok untuk bayi maupun orang dewasa.
Sementara itu, 6.587 paket lainnya berisi perlengkapan tempat tinggal dan kebutuhan penunjang.
Baca Juga: Usai Insiden di Margorejo dan Cito, Polda Jatim Pastikan Surabaya Tetap Aman
Di antaranya terpal, tenda gulung, tenda keluarga, perlengkapan dapur lapangan, lampu darurat, sabun, sampo, dan berbagai perlengkapan mandi.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk perangkat daerah Pemprov Jateng, BPBD Temanggung, BPBD Banjarnegara, Baznas, PMI, Pramuka Kwarda Jateng, Yayasan Telogorejo, Phapros, dan sejumlah BUMD.
Perjalanan Panjang Menuju Ende
Dalam menjalankan misi tersebut, rombongan membawa enam truk, dua kendaraan double cabin, serta dua sepeda motor.
Perjalanan dimulai dari Semarang menuju Tanjung Perak, kemudian dilanjutkan melalui Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, Labuan Bajo, Nagekeo hingga Ende.