Gubernur juga menyapa peserta Pramuka Berkebutuhan Khusus serta berfoto bersama sejumlah anggota kontingen.
Persiapan Tiga Bulan
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah Slamet Budi Prayitno mengatakan, kontingen Jateng yang berangkat ke Jamnas XII terdiri dari 1.488 orang.
Jumlah tersebut mencakup 1.208 Pramuka Penggalang tingkat SMP, 24 Pramuka Berkebutuhan Khusus, 68 Pimpinan Kontingen Cabang, 175 Pembina Pendamping, 12 Pimpinan Kontingen Daerah, dan satu dokter kontingen.
Sebelum mengikuti Jamnas, para peserta menjalani pembinaan selama kurang lebih tiga bulan.
Program tersebut dilakukan untuk memastikan peserta siap secara keterampilan maupun mental.
Baca Juga: Tak Biasa, 6 Rescuer Bentangkan Bendera 250 Meter Persegi di Tebing Djaro
Budi menjelaskan, pembinaan Pramuka tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis.
Peserta juga mendapatkan pendidikan karakter dan kecakapan hidup yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, scouting skill dan life skill menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Keduanya diarahkan untuk membangun kemampuan bekerja sama, berpikir kreatif, bertahan menghadapi situasi sulit, serta mengambil keputusan secara tepat.
Budi juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan.
Baca Juga: Sulut Pacu Industri Hijau, Tiga Modal Jadi Andalan Investasi
Para Pramuka Penggalang harus memiliki rasa cinta tanah air dan memahami tanggung jawab sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
Ia menilai jiwa kepemimpinan tidak selalu berkaitan dengan jabatan.
Seseorang sudah dapat disebut memiliki jiwa pemimpin ketika mampu mengatur dirinya, bertanggung jawab, serta memberikan pengaruh positif kepada orang-orang di sekitarnya.