Sikap tersebut diperlukan agar prajurit mampu menjadi sosok yang tangguh, bertanggung jawab dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Kepada para prajurit yang baru dilantik, Pangdam berpesan agar selalu menjaga kehormatan institusi dan Korps Infanteri yang memiliki semboyan “Queen of The Battle”.
Setiap prajurit diminta menjauhi tindakan yang dapat menimbulkan pelanggaran, baik terhadap aturan kedinasan maupun norma keprajuritan.
Baca Juga: Bali Menuju Pusat Finansial, SDM Lokal Harus Jadi Pemain
Pangdam juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Prajurit harus mampu hadir secara humanis dan memberikan manfaat ketika berada di tengah lingkungan masyarakat.
“Jangan pernah melupakan bahwa TNI berasal dari rakyat. Karena itu, setiap pelaksanaan tugas harus selalu dilandasi semangat pengabdian dan kepedulian kepada rakyat,” pesan Pangdam.
Hadir dalam upacara tersebut Danrem 072/Pamungkas, Danrindam IV/Diponegoro, para Asisten dan Kabalakdam IV/Diponegoro, Ketua dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IV/Diponegoro, serta para pelatih, Gadik/Gumil, pembina dan unsur lainnya yang mendukung pelaksanaan Dikmaba.
Dengan berakhirnya pendidikan tersebut, para prajurit diharapkan mampu segera beradaptasi dengan lingkungan satuan dan menerapkan seluruh pengetahuan serta nilai-nilai yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan.