Satu posko berada di Labuan Bajo dan tujuh lainnya ditempatkan di wilayah Polres yang terdampak.
Posko tersebut digunakan untuk mengoordinasikan pelayanan sekaligus memantau kebutuhan masyarakat.
Polri juga mengirimkan 236 personel BKO ke Polda NTT.
Personel yang diterjunkan memiliki berbagai keahlian, seperti SAR, evakuasi, pelayanan kesehatan, pencarian menggunakan K9, trauma healing, pengamanan serta distribusi bantuan.
Dari sisi logistik, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: Parade Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI di Bandara Ahmad Yani Semarang
Bantuan berasal dari Mabes Polri dan sejumlah Polda jajaran dengan isi berupa bahan makanan, pakaian, obat-obatan, perlengkapan pengungsian dan kebutuhan pokok lainnya.
Saat mengunjungi Manggarai dan Manggarai Timur, Polri membawa 3.500 paket bantuan sosial. Selain itu, disalurkan pula 500 mainan anak, 39 kasur, 10 tandon air dan 36 boks obat-obatan. Seluruh bantuan tersebut dikirim menggunakan enam truk.
Kapolri mengatakan distribusi bantuan akan terus dievaluasi karena kebutuhan warga di setiap wilayah berbeda.
Baca Juga: Grobogan Perkuat BUMD, Ekonomi Lokal Jadi Sasaran
Pemenuhan tenda, makanan, obat-obatan, pakaian, tempat tidur, genset hingga fasilitas MCK menjadi bagian dari perhatian aparat.
Untuk daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Polri menyiapkan armada udara dan laut.
Sarana tersebut digunakan untuk mengangkut bantuan, membantu proses evakuasi dan melakukan pemantauan wilayah.
Polri menyiagakan Kapal KP Bima 7014 kelas A3, dua helikopter AW 169, satu Bell-429, serta pesawat CN, Casa dan Beechjet.
Pelayanan medis juga menjadi prioritas. Warga yang membutuhkan penanganan lanjutan akan dibantu untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.
Artikel Terkait
MK Uji Pasal UU IKN, Masyarakat Adat Balik Sepaku Minta Persetujuan
Dari Tanah Suci, Jemaah Umrah Teladani Semangat Kebangsaan Mbah Moen dan Mbah Muslih
Jenazah Pendaki Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi, Tiba di Basecamp Permadi Guci Dini Hari