Jumat, 21 Agustus 2026

Parkir Salatiga Masuk Era Digital, Pemkot Berharap Uang Receh Berubah Jadi PAD

Photo Author
Muhamad Nuraeni, KabarSatu.id
- Selasa, 28 Juli 2026 | 05:49 WIB
foto: istimewa
foto: istimewa

SALATIGA, kabarsatu.id - Era baru parkir di Kota Salatiga resmi dimulai. Jika sebelumnya warga cukup merogoh uang tunai untuk membayar jasa parkir, kini transaksi perlahan diarahkan ke sistem digital.

Pemerintah Kota Salatiga meluncurkan uji coba parkir elektronik sebagai upaya memperbaiki tata kelola retribusi sekaligus mengejar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Soft launching dilakukan Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan di kawasan Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026). Program ini menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan publik dengan menggandeng Bank Jateng.

Bagi pemerintah, parkir elektronik bukan sekadar soal mengganti uang tunai dengan transaksi non-tunai. Lebih jauh, sistem ini diharapkan mampu menghadirkan pencatatan yang lebih tertib, mengurangi potensi kebocoran, dan memastikan setiap transaksi parkir masuk dalam sistem resmi.

Sebab, selama ini sektor parkir selalu memiliki tantangan klasik. Mulai dari akurasi pendataan, pengawasan petugas, hingga memastikan pendapatan yang diterima sesuai dengan potensi di lapangan.

Dengan teknologi digital, pemerintah berharap persoalan tersebut bisa perlahan dibenahi.

"Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen kita dalam membangun pelayanan publik yang semakin modern, transparan, dan akuntabel," kata Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan.

Menurutnya, sistem pembayaran non-tunai juga memberikan kemudahan bagi masyarakat karena transaksi lebih aman, praktis, serta memiliki kepastian tarif.

Namun, pekerjaan besar justru dimulai setelah mesin digital berjalan. Pemerintah harus memastikan inovasi tersebut tidak berhenti pada simbol kemajuan teknologi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan PAD.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga Guntur Junanto mengatakan, tahap awal uji coba dilakukan di Jalan Monginsidi dan Jalan Sukowati, mulai dari Simpang Tiga Reksa hingga Simpang Empat Surabaya Motor.

Masa evaluasi dilakukan selama Agustus hingga September 2026. Selanjutnya, pada Oktober 2026, sistem parkir elektronik direncanakan diperluas ke 20 titik kawasan Jalan Sukowati dan Jalan Jenderal Sudirman.

Target akhirnya, pada awal 2027 sebanyak 120 titik parkir di Kota Salatiga sudah menggunakan sistem digital.

Selain pembayaran melalui uang elektronik, pemerintah juga menyiapkan konsep parkir berlangganan maupun voucher.

Kini publik tinggal menunggu pembuktian. Apakah parkir elektronik mampu membuat pengelolaan retribusi lebih transparan dan PAD meningkat, atau hanya menjadi wajah baru dari persoalan lama.

Sebab, dalam urusan parkir, yang dicari bukan hanya teknologi canggih, tetapi kepastian bahwa setiap rupiah benar-benar tercatat untuk pembangunan kota.

Editor: Muhamad Nuraeni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Air PDAM di Semarang Terganggu, Warga Perlu Siaga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Grobogan Perkuat BUMD, Ekonomi Lokal Jadi Sasaran

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:26 WIB

HUT ke-81 RI di Demak, Kemerdekaan Diisi Kerja Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:20 WIB
X