kabar-pendidikan

Pesantren Obah Buka Jalan Santri Jateng Kuliah ke Cina hingga Mesir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:17 WIB
Ahmad Luthfi secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada santri. (Kabarsatu.id / Humas Jateng )

“Ini masih kurang dan harus dijadikan role model. Tidak hanya provinsi yang bergerak, tetapi kabupaten dan kota juga perlu ikut serta,” tegasnya.

Penguatan pendidikan pesantren juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Jateng dan 24 Ma’had Aly.

Lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren tersebut memiliki kedudukan yang setara dengan perguruan tinggi.

Kerja sama itu diharapkan memperkuat tata kelola serta ekosistem pendidikan pesantren sehingga program pemberdayaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Salah satu penerima beasiswa, Akhmad Khafidz Al Mubarok, menjadi bagian dari santri yang akan melanjutkan studi di Cina.

Ia memperoleh kesempatan menempuh S1 Computer Science and Technology di Dalian University of Technology.

Khafidz mengaku senang karena beasiswa tersebut membuka peluang baginya untuk mendalami teknologi sekaligus membantu kondisi ekonomi keluarganya.

Ketertarikannya terhadap teknologi bahkan telah muncul sejak masih kecil.

“Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Saya memilih Computer Science and Technology karena sejak kecil sudah berminat,” tuturnya.

Melalui Pesantren Obah, Pemprov Jateng berharap semakin banyak santri mampu menembus pendidikan tinggi dan menguasai keahlian yang dibutuhkan di masa depan.

Dengan perpaduan ilmu agama dan kompetensi profesional, santri diharapkan menjadi salah satu kekuatan penting dalam pembangunan Jawa Tengah.

Halaman:

Tags

Terkini